lognews.co.id, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa laporkan realisasi sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mengalami defisit mencapai Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB) per akhir 2025. Angka ini melebar dari target awal 2,53 persen, tapi tetap di bawah batas 3 persen sesuai UU.
Purbaya tekankan pengelolaan aman meski hampir tembus ambang. "Walau membengkak, kami pastikan di bawah 3 persen," ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa Januari 2026, Kamis (8/1/2026).
Realisasi sementara pendapatan negara sebesar Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target Rp3.005,1 triliun, yang didapat dari pajak Rp2.217,9 triliun (89 persen target Rp2.490,9 T), Rinciannya, penerimaan pajak tercatat sebesar Rp1.917,6 triliun atau setara 87,6 persen dari target Rp2.189,3 triliun. Selanjutnya, penerimaan kepabeanan dan cukai senilai Rp300,3 triliun atau 99,6 persen dari target Rp301,6 triliun.
Sementara itu Penerimaan negara bukan pajak mengalami surplus Rp534,1 T (104 persen target Dari sisi belanja negara, realisasi sementara tercatat sebesar Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari target Rp3.621,3 triliun.
Realisasi belanja pemerintah pusat (BPP) tercatat sebesar Rp2.602,3 triliun, setara 96,3 persen dari target Rp2.701,4 triliun.
Purbaya jelaskan tak potong belanja demi stimulus ekonomi berkelanjutan. Sedangkan realisasi sementara pembiayaan anggaran mencapai Rp744 triliun, dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA) sebesar Rp48,9 triliun.


