lognews.co.id, Seoul – Pemerintah Metropolitan Seoul kembali menggelar kontes tidur siang tahunan bertajuk “Power Nap” di kawasan Taman Sungai Han sebagai bagian dari agenda musim semi. Kegiatan ini telah memasuki penyelenggaraan ketiga dan menarik perhatian publik karena konsepnya yang tidak biasa. (02/5/26).
Dalam kompetisi tersebut, peserta diminta tidur siang di ruang terbuka dengan sejumlah kriteria penilaian, termasuk stabilitas detak jantung yang mencerminkan kualitas tidur. Petugas memantau kondisi peserta secara langsung untuk memastikan mereka benar-benar berada dalam kondisi istirahat yang optimal.
Peserta diwajibkan datang dalam kondisi lelah dan mengenakan kostum bertema santai atau karakter tertentu. Salah satu peserta, Yoo Mi-yeon (24), mengaku mengikuti lomba karena mengalami kesulitan tidur dalam keseharian. Ia berharap dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk beristirahat dengan lebih baik.
Pemenang kompetisi tahun ini adalah seorang pria berusia sekitar 80 tahun, sementara posisi kedua diraih peserta berusia 37 tahun. Penilaian dilakukan berdasarkan indikator fisiologis serta durasi dan kualitas tidur selama perlombaan berlangsung.
Kegiatan ini tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga mengangkat isu serius terkait pola kerja dan kualitas istirahat masyarakat Korea Selatan. Data menunjukkan negara tersebut termasuk dalam kelompok dengan jam kerja tinggi dan tingkat waktu tidur yang relatif rendah di antara negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development.
Melalui kegiatan ini, pemerintah setempat berupaya meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya istirahat yang cukup sebagai bagian dari kesehatan fisik dan mental.
(Amri-untuk Indonesia)



