الأحد، 10 أيار 2026

“Ngoyos”, Tradisi Bersihkan Tanaman Demi Jaga Hasil Panen

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id, Indramayu - Aktivitas petani di Desa Sukajati, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, mulai meningkat memasuki masa perawatan tanaman. Sejumlah petani tampak turun langsung ke sawah untuk melakukan “ngoyos”, tradisi membersihkan tanaman dari gulma dan bagian yang terserang penyakit. (10/5/26)

Kegiatan yang dilakukan secara gotong royong itu bertujuan menjaga kualitas tanaman agar tetap sehat hingga masa panen tiba. Tradisi ngoyos sudah lama menjadi bagian penting dalam pola bercocok tanam masyarakat pedesaan di wilayah Indramayu.

Dalam praktiknya, para petani membersihkan area tanaman dari rumput liar, daun tua, batang rusak, hingga bagian tanaman yang mulai terserang hama dan penyakit.

Gulma dinilai menjadi ancaman serius bagi pertumbuhan tanaman karena dapat menyerap unsur hara, air, dan sinar matahari yang seharusnya digunakan tanaman utama untuk tumbuh optimal.

Dengan alat sederhana dan tenaga manual, para petani terlihat bekerja bersama di area persawahan sejak pagi hari. Semangat kebersamaan menjadi ciri khas kegiatan tersebut.

Salah seorang petani Desa Sukajati, Taswinah (53), mengatakan ngoyos rutin dilakukan pada masa pertumbuhan tanaman agar hasil panen tetap maksimal.

“Kalau gulma dibiarkan tumbuh, tanaman bisa kalah mengambil makanan dari tanah. Selain itu, daun atau batang yang sakit juga harus segera dibuang supaya penyakit tidak menyebar ke tanaman lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, proses pembersihan tanaman harus dilakukan secara teliti karena kondisi tanaman dapat berubah cepat, terutama saat cuaca tidak menentu.

Ia menjelaskan kegiatan ngoyos juga menjadi kesempatan bagi petani memantau kondisi tanaman secara langsung. Jika ditemukan gejala serangan hama atau penyakit, penanganan dapat segera dilakukan sebelum kerusakan meluas.

“Kalau cepat diketahui, tanaman masih bisa diselamatkan. Tapi kalau terlambat, dampaknya bisa besar terhadap hasil panen,” katanya.

Dalam dunia pertanian, gulma menjadi salah satu faktor utama penyebab turunnya produktivitas lahan. Selain bersaing menyerap nutrisi, beberapa jenis gulma juga dapat menjadi tempat berkembangnya hama dan penyakit tanaman.

Karena itu, para petani Sukajati menilai kegiatan ngoyos sebagai langkah penting yang tidak boleh diabaikan. Mereka meyakini keberhasilan panen tidak hanya ditentukan kualitas bibit dan pupuk, tetapi juga ketelatenan dalam merawat tanaman.

Di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, tradisi gotong royong warga Sukajati tetap bertahan dan menjadi kekuatan sosial antarpetani di desa tersebut.

Para petani berharap kegiatan ngoyos yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen tahun ini, sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi pertanian lokal di Indramayu. (Amri-untuk Indonesia)