الأربعاء، 04 شباط/فبراير 2026

Jeruk Segeran Indramayu Pernah Jaya Di Era 1990-an

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id, Indramayu – Pada era 1990-an, nama Jeruk Segeran pernah melambung tinggi dan menjadi kebanggaan masyarakat Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Warna hijau kekuningan dan rasa manis-asam segar jeruk ini melekat kuat dalam ingatan masyarakat. Namun, seiring waktu, kejayaan Jeruk Segeran perlahan meredup. Kini, semangat untuk membangkitkan kembali ikon lokal tersebut kembali menyala di tengah masyarakat petani.

Kebangkitan Jeruk Segeran tidak hanya menjadi cerita nostalgia, tetapi juga harapan baru bagi petani Desa Segeran dan Desa Segeran Kidul yang mulai merasakan dukungan pelatihan dan pendampingan dari pemerintah.

JERUK SEGERAN, IKON LOKAL YANG UNIK

Jeruk Segeran dikenal sebagai varietas jeruk lokal dengan karakter rasa khas, yaitu perpaduan manis dan asam yang seimbang. Keunikan jeruk ini terletak pada kemampuan tumbuh dan berbuah yang sangat spesifik secara geografis.

Jeruk Segeran hanya dapat berbuah secara optimal di Desa Segeran dan Desa Segeran Kidul, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Meskipun telah dicoba ditanam di daerah lain, termasuk desa-desa sekitar, tanaman jeruk tersebut hanya tumbuh secara vegetatif tanpa menghasilkan buah.

Fenomena ini menjadikan Jeruk Segeran sebagai komoditas hortikultura yang memiliki nilai keunikan ekologis dan budaya sekaligus.

ASA PETANI UNTUK KEJAYAAN KEMBALI

Petani setempat menyampaikan rasa optimisme terhadap upaya kebangkitan Jeruk Segeran. Dengan adanya pendampingan pemerintah, pelatihan teknis budidaya, serta semangat kolektif petani, Jeruk Segeran diharapkan mampu kembali menjadi komoditas unggulan daerah seperti pada masa kejayaannya.

Dulu Jeruk Segeran sangat terkenal. Kami optimistis, dengan pendampingan dari pemerintah dan semangat petani, kejayaan Jeruk Segeran diharapkan bisa kembali seperti dulu.

Upaya revitalisasi Jeruk Segeran tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga menjaga identitas lokal Indramayu yang terikat kuat pada potensi sumber daya alam dan kearifan lokal.

Jeruk Segeran kini bukan sekadar komoditas pertanian, melainkan simbol memori kolektif dan harapan ekonomi masyarakat lokal. (Amri-untuk Indonesia)