الخميس، 07 أيار 2026

Subsidi BBM dan LPG Naik 266,5 Persen, Capai Rp118,7 Triliun hingga Maret 2026

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id, Jakarta — Realisasi subsidi dan kompensasi energi pemerintah mencapai Rp118,7 triliun hingga akhir Maret 2026, meningkat 266,5 persen dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan ini dipengaruhi harga minyak dunia, pelemahan nilai tukar rupiah, serta peningkatan konsumsi energi dalam negeri. (05/05/26)

Data Kementerian Keuangan menunjukkan, dari total tersebut, subsidi sebesar Rp52,2 triliun dan kompensasi energi Rp66,5 triliun. Dalam laporan APBN KiTa, pemerintah menyebut realisasi dipengaruhi fluktuasi Indonesian Crude Price (ICP), depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta peningkatan volume BBM, LPG, dan listrik. “Realisasi subsidi dan kompensasi dipengaruhi oleh fluktuasi ICP, depresiasi nilai tukar rupiah, serta peningkatan volume BBM, LPG dan listrik,” demikian keterangan resmi Kementerian Keuangan.

Volume konsumsi energi menunjukkan peningkatan. Penyaluran BBM subsidi mencapai 3,17 juta kiloliter atau naik 9,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Realisasi LPG 3 kilogram sebesar 1,419 juta kilogram atau meningkat 3,8 persen. Jumlah pelanggan listrik bersubsidi tercatat 42,9 juta atau naik 2,4 persen. Subsidi pupuk mencapai 1,9 juta ton atau meningkat 13,6 persen.

Pemerintah menyatakan dinamika harga energi global dan nilai tukar menjadi faktor utama kenaikan beban subsidi. Selain itu, peningkatan konsumsi domestik turut berkontribusi terhadap kenaikan realisasi anggaran energi.

Kondisi ini berpotensi memengaruhi ruang fiskal pemerintah, terutama dalam pengalokasian anggaran ke sektor lain. Di sisi lain, kebijakan subsidi tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas harga energi dan daya beli masyarakat.

Pemerintah menyampaikan akan memperkuat pengawasan distribusi subsidi, termasuk melalui pemanfaatan data penerima dan pengendalian konsumsi energi, guna meningkatkan ketepatan sasaran.

Kata Kunci: subsidi BBM, subsidi LPG, APBN 2026, kompensasi energi, harga minyak dunia, rupiah
Meta Deskripsi: Subsidi BBM dan LPG mencapai Rp118,7 triliun hingga Maret 2026, naik 266,5 persen dipicu harga minyak, rupiah, dan konsumsi energi.
Slug URL: subsidi-bbm-lpg-naik-266-persen-apbn-2026

(Amri-untuk Indonesia)