الجمعة، 24 نيسان/أبريل 2026

SEDIKIT-SEDIKIT IMPOR: Siapa yang sebenarnya jadi antek asing ???

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

Oleh: Latif WH

lognews.co.id - Garam kita datang dari Singapura, beras mengalir dari Vietnam, Thailand, Myanmar, hingga Pakistan.

Gula kita bergantung pada Brasil, Australia, dan India, Kedelai, jagung, bahkan ayam menoleh ke Amerika Serikat. Lalu hari ini, budaya K-Pop pun ikut diimpor dari Korea Selatan.

Pertanyaannya sederhana, tapi menohok:

ketika kebutuhan pokok sampai selera hidup terus-menerus bergantung pada luar negeri, siapa sebenarnya yang sedang membangun kemandirian—dan siapa yang justru menormalisasi ketergantungan?

Kita sering sibuk menunjuk “antek asing” ke sana-sini, padahal praktiknya, sedikit-sedikit impor, sedikit-sedikit impor. Kalau semua bisa diimpor pangan, energi, bahkan budaya

lalu apa yang benar-benar kita bangun sendiri?

Ironisnya, impor yang katanya “sedikit” itu, jika dikumpulkan, menjadi potret besar: bangsa yang perlahan kehilangan pijakan pada kakinya sendiri. (Amri-untuk Indonesia)