lognews.co.id, Jakarta — Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengusulkan tiga rekomendasi strategis untuk mendorong petani kembali menanam kedelai guna mendukung target swasembada nasional sebesar 2,62 juta ton pada 2029.(19/4/26)
Ketua Harian HKTI Bachtiar menegaskan langkah utama adalah memastikan adanya offtaker atau pembeli hasil panen agar petani memiliki kepastian pasar dan keuntungan yang jelas.
Selain itu, HKTI mendorong diversifikasi produk kedelai melalui kerja sama dengan sektor swasta agar tidak hanya terbatas pada bahan baku tahu dan tempe, melainkan dikembangkan menjadi produk bernilai tambah seperti susu kedelai.
Dari sisi ekonomi, harga kedelai saat ini berkisar Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram, namun dapat meningkat hingga Rp15.000 sampai Rp20.000 per kilogram jika dijual sebagai benih berkualitas.
Rekomendasi ketiga adalah pemberian bantuan produktif berupa lahan, bibit, pupuk, serta pendampingan teknis guna meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani.
HKTI juga telah menjalankan program penanaman kedelai di sejumlah wilayah, termasuk 5 hektare untuk produksi benih, 200 hektare di Lebak, serta 150 hektare di Yogyakarta melalui kerja sama lintas lembaga.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menyatakan kesiapan lahan mencapai 37.500 hektare, namun masih menghadapi keterbatasan bibit sehingga kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci percepatan swasembada berdasarkan kompilasi berbagai sumber terpercaya. (Amri-untuk Indonesia)



