الأربعاء، 04 شباط/فبراير 2026

Mensos Matangkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Lansia di Atas 75 Tahun

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id, Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan pemerintah tengah mematangkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lanjut usia (lansia), khususnya mereka yang berusia di atas 75 tahun dan tinggal seorang diri. Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Menurut Gus Ipul, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk menyiapkan skema teknis pelaksanaan program. Pada tahap awal, prioritas diberikan kepada lansia berusia di atas 75 tahun, dengan kemungkinan perluasan sasaran ke kelompok usia di bawahnya setelah alokasi terpenuhi.

Pelayanan MBG untuk lansia akan dilaksanakan melalui dapur umum milik BGN, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di sekitar wilayah penerima manfaat. Fasilitas tersebut juga direncanakan melayani penyandang disabilitas.

Data calon penerima manfaat akan diperoleh dari pemerintah daerah melalui proses asesmen, kemudian ditetapkan oleh kepala daerah sebelum diserahkan kepada BGN untuk ditindaklanjuti dalam penyaluran layanan. Selain itu, Kementerian Sosial Republik Indonesia juga menyiapkan penguatan layanan pendampingan bagi lansia dan penyandang disabilitas melalui tenaga caregiver serta perawat terlatih secara bertahap.

Sebelum pelatihan tenaga pendamping rampung, pemerintah akan memanfaatkan tenaga pengantar yang bertugas menyalurkan makanan langsung ke rumah penerima manfaat. Terkait pendanaan, Gus Ipul menegaskan anggaran program MBG untuk lansia akan dipusatkan di BGN, sementara Kementerian Sosial berperan dalam menyiapkan sistem pendampingan serta distribusi layanan kepada penerima manfaat.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pemenuhan gizi lansia sekaligus memperkuat sistem perlindungan sosial bagi kelompok rentan. (Amri-untuk Indonesia)