الأربعاء، 04 شباط/فبراير 2026

Prabowo Buka Opsi Keluar dari Dewan Perdamaian Gaza Jika Tak Sejalan Kemerdekaan Palestina

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id, Jakarta – Prabowo Subianto membuka opsi bagi Indonesia untuk keluar dari keanggotaan Board of Peace Gaza apabila lembaga tersebut tidak mampu mewujudkan cita-cita kemerdekaan Palestina. Pernyataan itu disampaikan Presiden saat menerima perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam dan tokoh muslim di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Menurut penjelasan Cholil Nafis selaku Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia dapat memilih untuk tidak mengikuti keputusan Dewan Perdamaian apabila dinilai tidak sesuai dengan sikap nasional. Ia juga menyebut Presiden menyatakan kesiapan untuk keluar dari keanggotaan jika lembaga tersebut tidak membawa perubahan yang diharapkan.

Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 40 perwakilan ormas Islam dan tokoh muslim itu, Presiden menjelaskan alasan Indonesia bergabung dalam Board of Peace sekaligus menerima berbagai masukan. Cholil Nafis menyampaikan sikap skeptis terhadap efektivitas lembaga tersebut serta kekhawatiran agar pasukan perdamaian Indonesia tidak berada pada posisi yang berseberangan dengan rakyat Palestina yang memperjuangkan kemerdekaannya.

Cholil menegaskan bahwa Majelis Ulama Indonesia menginginkan perdamaian yang disertai kemerdekaan dan kedaulatan Palestina, bukan sekadar stabilitas sementara. Menurutnya, Presiden merespons dengan menyatakan Indonesia tidak ragu untuk bersikap abstain atau bahkan keluar apabila kebijakan lembaga tersebut tidak sejalan dengan kepentingan nasional.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Luar Negeri Sugiono membenarkan bahwa Presiden membuka kemungkinan tersebut. Ia menyebut arah kebijakan Indonesia tetap berfokus pada terciptanya perdamaian di Gaza, stabilitas di Palestina secara umum, serta tujuan akhir berupa kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi diplomasi Indonesia yang menempatkan isu kemerdekaan Palestina sebagai prinsip utama dalam keterlibatan pada forum internasional terkait perdamaian kawasan. (Amri-untuk Indonesia)