الأربعاء، 11 شباط/فبراير 2026

Syaykh Alzaytun Indonesia "Momentum Ieduladha 1443 H Adalah Simbol Kebebasan, Kesetaraan dan Persaudaraan"

تقييم المستخدم: 5 / 5

تفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجوم
 

Lognews201.com, Indramayu. Di masjid Rahmatan lil Alamin kampus mahad Alzaytun Indramayu Jawa Barat Indonesia melaksanakan shalat Iedul Adha 1443 H, ribuan jamaah dari masyarakat, eksponen, santri dan wali santri secara teratur, tertib memasuki masjid yang konon masjid terbesar se-Asia tenggara dengan membawa sajadah yang sama dengan sebutkan sajadah anti covid karena ukurannya yang memang beda dari ukuran sajadah biasa yakni 130 x 85 cm sebagai salah satu cara prokes dalam Masjid itu selain tetap menggunakan masker.

Walaupun pembangunan masjid baru sekira 65% dari desain aslinya jama'ah tetap semangat masuk ke dalam shaf yang tersusun rapi seperti susunan bangunan kokoh yang menjadi ciri ukuwah manusia yang harusnya ada di masyarakat Indonesia.

Sebelum mendengarkan tausiyah dari YAB SYAYKH Alzaytun Jamaah melaksanakan shalat Sunat Iedul Adha 2 rakaat di imami langsung oleh YAB Syaykh Alzaytun dengan penuh khusyuk membaca surat asshaf, Al ikhlas, Al falaq dan An Nas. Dalam menyimak tausiyah jama'ah disediakan kursi untuk duduk agar fokus dan konsentrasi dalam menyimak isi tausiyah yang sudah dinantikan oleh para jama'ah masjid rahamatan lil alamin yang berdiri kokoh di komplek kampus Alzaytun Indramayu Indonesia itu.

Masjid Rahmatan Lil Alamin

Masjid Rahmatan Lil Alamin, Kampus Al Zaytun, Indramayu 

YAB SYAYKH Alzaytun menyampaikan tentang sejarah awal manusia dari Nabi Adam yang memiliki anak kembar dan bagaimana populasi manusia ada sampai sekarang.

Manusia itu adalah satu keturunan bersaudara tidak ada yang tidak bersaudara karena ada dari ujung yang sama yakni Adam dan hawa namun saat ini masih ada saja dalam lingkungan dunia perang berkecamuk dengan berbagai alasan dan keinginan yang ujung ujungnya perang tersebut menghasilkan penderitaan, kesedihan dll.

Masih dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa dalam diri manusia itu ada 3 karakter mendasar yaitu manusia yang tidak mau bergerak, manusia yang mau bergerak dan manusia yang terus bergerak maka kita semua memilih yang ketiga harus terus bergerak untuk cita cita besar bangsa Indonesia, YAB SYAYKH mengingatkan kembali kepada jama'ah tentang simbol revolusi yakni kebebasan, kesetaraan dan persaudaraan bukan keinginan yang menghasilkan kerusakan dan penderitaan bagi umat manusia.

Sebelum ditutup, YAB SYAYKH Alzaytun menyampaikan terimakasih dan rasa bangga kepada Presiden Republik Indonesia, Jokowi atas tindakan mulia nya mengunjungi para petinggi Negara Rusia dan Ukraina yang sedang bertikai entah sampai kapan, tetap lah berbuat baik tanpa ada batas waktu. wallahu a'lam bishawab. (Hanst)