الأحد، 08 شباط/فبراير 2026

Menlu RI Minta Peru Selidiki Tuntas Tewasnya Staf KBRI Lima

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono meminta Pemerintah Peru melakukan penyelidikan menyeluruh atas kasus penembakan staf Kedutaan Besar RI (KBRI) Lima, Zetro Leonardo Purba, yang tewas pada Senin (1/9) malam waktu setempat.

Komunikasi dengan Menlu Peru
Sugiono menyatakan dirinya telah berbicara langsung dengan Menlu Peru, Elmer Schialer, untuk menyampaikan permintaan resmi dari Indonesia.

“Saya telah berbicara dengan Menlu Peru Elmer Schialer untuk menyampaikan permintaan RI supaya ada penyelidikan menyeluruh atas wafatnya kolega kami, Zetro Leonardo Purba,” tulis Sugiono melalui akun X resminya, Selasa (2/9).

Ia menambahkan, Indonesia percaya Peru dapat memberikan jaminan keamanan tertinggi bagi staf KBRI Lima, keluarga mereka, serta Warga Negara Indonesia (WNI) di Peru.

Instruksi ke Dubes RI di Peru
Dalam unggahan di Instagram, Sugiono menyebut dirinya juga telah berkomunikasi dengan Dubes RI di Peru, Ricky Suhendar, bersama istri almarhum.

Ia menginstruksikan Ricky untuk memantau perkembangan penyelidikan yang dilakukan pemerintah dan kepolisian Peru, sekaligus membantu proses pemulangan jenazah Zetro ke Indonesia.

“Saya harap yang terbaik bisa kita berikan dalam rangka mengusut kasus ini hingga tuntas,” kata Sugiono.

Kronologi Penembakan
Zetro Leonardo Purba, yang menjabat sebagai Penata Kanselerai Muda KBRI Lima, meninggal dunia setelah ditembak tiga kali oleh orang tak dikenal hanya beberapa meter dari tempat tinggalnya di kawasan Lince, Lima.

Menurut keterangan kepolisian setempat, korban baru lima bulan bertugas di KBRI Lima setelah sebelumnya mengabdi di KJRI Melbourne, Australia.

Langkah Kepolisian Peru
Kepolisian Peru bersama tim forensik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, KBRI Lima terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Peru untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan mendalam, baik di kalangan diplomat maupun masyarakat Indonesia, mengingat almarhum merupakan pejabat muda yang baru ditugaskan di Peru. (Sahil untuk Indonesia)