الأحد، 08 شباط/فبراير 2026

Gedung DPRD Digeruduk, Wali Kota Kota Balikpapan Temui Pendemo

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id, Balikpapan - Aksi penyampaian pendapat Aliansi Balikpapan Bergerak (Barak) berlangsung damai di depan kantor DPRD Kota Balikpapan, Senin (1/9/2025). Wali Kota Rahmad Mas’ud turun langsung menemui massa gabungan mahasiswa, pengemudi ojek online, dan masyarakat.

Rahmad menjelaskan, di hadapan peserta aksi terkait isu kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), banjir, serta kelangkaan gas. “Yang jelas tidak ada kenaikan PBB. Boleh nanti dicek di Dispenda,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen mengatasi titik banjir yang kerap terjadi di kota. “Kalau mau lihat nanti berapa drainase, berapa pendangkalan yang sudah kita gali, kemudian parit-parit yang kita perbaiki," ujarnya.

"Termasuk sekarang pembuatan bozem di Pasar Segar seluas 10 hektare yang akan menampung 160 ribu kubik air." Selain itu, Rahmad turut menyinggung distribusi gas elpiji 3 kilogram yang menjadi keluhan masyarakat. 

Ia menegaskan, bahwa kewenangan penuh berada di Pertamina. “LPG ini adalah harga subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu, catat itu," ucapnya.

"Saya minta kepada adik-adik mahasiswa kalau ada orang mampu membeli LPG 3 kilogram, tolong dilaporkan karena itu bukan haknya."

Menurut Rahmad, pemerintah juga rutin menggelar razia distribusi serta bazar murah di tiap kelurahan untuk meringankan beban masyarakat. “Boleh dicek, termasuk beras, jalan juga boleh lihat," ucapnya.

"Mungkin masih ada yang berlubang. Tapi, lebih banyak yang mulus daripada berlubang."

Sebelumnya, Aliansi Barak yang dipimpin Jusliadin bersama Humas Dimas Aditya menyuarakan sejumlah persoalan yang dinilai membebani masyarakat. Isu yang diangkat antara lain kenaikan PBB, banjir, distribusi gas elpiji 3 kilogram, serta infrastruktur jalan.

Setelah mendengar penjelasan Wali Kota, peserta aksi menyampaikan catatan kritis. Meski begitu, suasana tetap kondusif, bahkan diwarnai jabat tangan antara peserta aksi dan petugas yang berjaga. (Amri-untuk Indonesia)