Lognews201.com, Jakarta - Peringatan Hari Pangan Sedunia empat bulan lagi tepatnya tanggal 16 Oktober 2022, terkait dengan itu diingatkan oleh Jokowi kepada masyarakat atas kondisi rantai pasok pangan dunia yang kini tercatat sudah 22 negara menghentikan ekspor komoditas pangan.
Jokowi kepada para relawan dalam Acara Silaturahmi Tim Tujuh Relawan Jokowi di Ecovention Ancol, Jakarta Utara, Sabtu, 11 Juni 2022, mengatakan untuk hati-hati terkait dengan urusan pangan, produksi pangan.
Sekarang negara-negara dulu bulan Januari baru tiga negara yang stop ekspor bahan pangannya, sekarang sudah 22 negara tidak ekspor bahan pangannya, seperti dilansir Tempo.co
Menurutnya, puluhan negara tersebut menghentikan ekspor komoditas pangannya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Seperti halnya India yang menangguhkan ekspor gandum untuk melindungi kebutuhan dalam negeri dan menekan inflasi pangan.
Disaat dunia sedang mengalami kelangkaan bahan pangan seperti gandum,maka diambil langkah larangan ekspor .Hal ini diakibatkan oleh perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, dua negara yang juga termasuk produsen gandum terbesar dunia.
Jokowi mewanti-wanti berkait dengan posisi Indonesia yang masih harus mengimpor gandum serta sejumlah komoditas lainnya, seperti jagung dan kedelai.
Ia mengatakan Indonesia patut bersyukur karena sudah tiga tahun terakhir tidak lagi mengimpor beras, karena memang beras sebagai bahan pangan utama juga sebagai komoditi.
"Hati-hati yang urusan beras, biasanya kita impor 2 juta ton, sudah tiga tahun ini kita tidak impor beras sama sekali. Ini patut kita syukuri, berkat tadi bendungan yang sudah kita bangun," kata Presiden.
Sistem irigasi untuk pangan seperti yang disampaikan Jokowi, karena memang didukung oleh pembangunan 29 bendungan yang sudah terealisasi dari target 65 bendungan. (Dunkz)



