السبت، 07 شباط/فبراير 2026

Bentrok, 152 Warga Sipil Palestina Luka-Lukai

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

Lognews201.com.Palestina-Di dalam kompleks masjid Al-Aqsa Yerusalem, warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan polisi Israel dan mengakibatkan sedikitnya 152 warga sipil Palestina terluka.

 

Bulan Sabit Merah mengatakan bahwa polisi menembakkan peluru karet, granat kejut dan memukul demonstran dengan tongkat polisi, konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung beberapa generasi mengakibatkan bentrok di lokasi yang sensitif.

 

Dikutip dari berbagai  sumber Lognews201.com, Konfrontasi di kompleks Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem menimbulkan risiko kambuh menjadi bentrokan besar seperti perang Gaza tahun lalu, setelah serangkaian serangan jalanan oleh warga Arab di seluruh negeri selama dua pekan terakhir ke pasukan keamanan Israel yang kini dalam siaga tinggi, kompleks Al-Aqsa dikenal oleh umat Islam sebagai al-Haram al-Sharif, atau Tempat Suci, dan bagi orang Yahudi sebagai Kuil Gunung, dan letaknya persis di atas dataran  tinggi Kota Tua Yerusalem Timur yang direbut oleh Israel dalam perang Timur Tengah tahun 1967.

 

Bulan ini tepat di bulan Ramadhan kebetulan juga bertepatan dengan perayaan Paskah Yahudi dan ketegangan ini justru makin meningkat di antara dua pihak polisi Israel dalam pernyataannya, bahwa ratusan warga Palestina telah melemparkan batu dan petasan ke arah mereka dan sampai ke arah tempat ibadah Yahudi di Tembok Barat di Kota Tua setelah sholat Subuh Ramadhan.

Polisi mengatakan bahwa mereka kemudian memasuki Kompleks Al-Aqsa untuk membubarkan dan mendorong kerumunan dan memungkinkan jamaah lainnya meninggalkan tempat itu dengan aman dan ada tiga petugas yang terluka dalam insiden tersebut.

 

Juru bicara Perdana Menteri Israel , Naftali Bennet dalam sebuah tweet mengatakan bahwa Polisi menahan ratusan warga Palestina, Bennet mengatakan bahwa mereka sedang bekerja untuk memulihkan ketenangan, di "Temple Mount" dan di seluruh Israel dan di samping itu mereka juga sedang mempersiapkan skenario apapun dan pasukan keamanan mereka sudah siap untuk tugas apapun. 

 

Di lansir Tempo.co, Salah seorang pejabat  Palestina kepada Reuters,  dalam upaya untuk mencegah eskalasi kekerasan lebih lanjut, maka Mesir , Qatar dan PBB meningkatkan mediasi mereka antara faksi faksi Palestina yang dipimpin oleh kelompok Islam Hamas dan Israel .

 

Hamas menuntut agar Israel membebaskan hampir 500 orang yang ditahannya pada hari Jumat, menghentikan "kunjungan provokatif" kd masjid Al-Aqsa oleh kelompok-kelompok Yahudi, dan mengakhiri serangan militer ke kota-kota Tepi Barat, warga Palestina mengatakan bahwa sebagai tanda meredakan ketegangan , Israel membebaskan semua kecuali 100 dari mereka yang ditahan.

 

Reaksi datang dari beberapa Negara, termasuk Indonesia yang turut mengecam tindakan Israel, melalui situs Web resmi kemlu. go. id. Mengungkapkan. 

 1. Indonesia mengecam keras aksi kekerasan bersenjata aparat keamanan Israel terhadap Warga Palestina di komplek Masjid Al-Aqsa (15/4), yang memakan korban jiwa dan luka-luka.

2. Tindakan kekerasan terhadap warga sipil tersebut tidak dapat dibenarkan dan harus segera dihentikan, apalagi dilakukan di tempat ibadah Masjid Al Aqsa di bulan suci Ramadan.​

 

 Selain itu menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah, mengecam kekerasan pasukan Israel pada warga Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa pada Jumat (15/4) pagi waktu setempat.

 

Palestina merasa tidak terima atas kejadian ini

 “Menuntut tanggung jawab penuh dan langsung Israel atas kejahatan ini dan konsekuensinya.”kata Kementrian Luar Negeri Palestina. (Dunkz)