Lognews201.com, Jakarta - Ketua DPP PDIP Puan Maharani bertemu Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di kawasan Monas, Jakarta Pusat.
Waketum Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) beserta Agus Gumiwang Kartasasmita, Adies Kadir, hingga Ace Hasan Syadzily, terlihat ikut berjalan pagi, Sabtu (8/10/2022),
sedangkan Puan didampingi jajaran DPP PDIP di antaranya Hasto Kristiyanto, Utut Adianto, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul, dan Said Abdullah.
Sambil berolahraga mereka berbincang akrab, puan sempat menyapa ramah kepada pengunjung monas, Puan dan Airlangga Hartarto kemudian berfoto selfie dengan monas sebagai latar belakangnya.
Pertemuan tersebut sudah diagendakan sebelumnya, untuk menjalin komunikasi yang luas yaitu melakukan konsolidasi lintas parpol menjelang Pemilu 2024 yang hanya tersisa satu setengah tahun lagi.
Dalam kesempatan itu Ketua Umum Partai Golkar memberikan hadiah untuk Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani berupa mobil listrik berwarna kombinasi kuning merah. Sebelumnya, keduanya mengelilingi Tugu Monas mengendarai mobil listrik jenis Wuling
“Saya serahkan kunci kepada Ibu Puan,” kata Airlangga sembari memberikan kunci mobil listrik kepada Puan, Sabtu, 8 Oktober 2022.
Puan Maharani mengatakan sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga turut membantu persiapan G20. Adapun Puan menyebut salah satu yang dipromosikan Airlangga adalah green energy. “Ini sebagai Kemenko Perekonomian Ketua Persiapan G20 yang mempromosikan green energy,” kata Puanujarnya.
Partai Golkar telah tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Puan mengatakan hal tersebut tidak akan menghalanginya untuk berkomunikasi dengan Golkar. Menurutnya, Partai Golkar akan membuka diri untuk menyamakan persepsi demi Indonesia yang lebih baik.
“Walapun saya memahami Pak Airlangga sebagai Ketum dengan KIB yang sudah punya komitmen bersama, namun yang bisa saya tangkap untuk membangun bangsa dan negara ini tidak perlu kemudian kita menutup diri. Kita harus tetap membuka diri, membuka ruang pemikiran, menyamakan persepsi. Semakin banyak ruang itu dibuka untuk bergotong royong akan semakin baik,” ujarnya. (Amr-untuk Indonesia)



