lognews.co.id, Jakarta — Dua lubang hitam supermasif yang berjarak sekitar 500 juta tahun cahaya dari Bumi diprediksi akan bertabrakan dalam kurun waktu 100 tahun berdasarkan hasil penelitian astronomi terbaru.(19/4/26)
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah dan mengungkap adanya pola pergerakan spiral dari dua objek kosmik yang saling mendekat di pusat galaksi Markarian 501.
Penelitian tersebut mengidentifikasi bahwa objek terang di pusat galaksi merupakan blazar yang ditenagai oleh dua lubang hitam supermasif dengan massa ratusan juta hingga miliaran kali Matahari.
Para ilmuwan menggunakan jaringan teleskop radio internasional untuk menganalisis puluhan tahun data observasi dan menemukan adanya dua pancaran jet yang bergerak melingkar sebagai indikasi sistem biner lubang hitam.
Ketika tabrakan terjadi, fenomena ini diperkirakan akan menghasilkan gelombang gravitasi sangat kuat yang dapat terdeteksi oleh instrumen ilmiah di Bumi meskipun jaraknya sangat jauh.
Hasil penggabungan tersebut akan membentuk satu lubang hitam yang lebih besar serta memberikan wawasan baru mengenai dinamika dan evolusi lubang hitam supermasif di alam semesta.
Penelitian ini dinilai penting karena dapat memperkaya pemahaman ilmiah tentang struktur kosmik dan menjadi peluang observasi langka terhadap peristiwa ekstrem di luar angkasa berdasarkan kompilasi berbagai sumber terpercaya. (Amri-untuk Indonesia)



