الأربعاء، 04 شباط/فبراير 2026

Telepon Scam Masih Marak, Ini Ciri-Ciri dan Cara Mencegahnya

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id, Jakarta – Penipuan melalui telepon atau telepon scam masih sering terjadi hingga kini, meski modusnya tergolong klasik. Korban tidak hanya dirugikan secara psikologis, tetapi juga secara finansial, bahkan bisa kehilangan tabungan dalam hitungan menit.

Agar tidak menjadi korban, masyarakat perlu memahami ciri-ciri telepon scam, sumber kebocoran data, serta langkah mitigasi yang dapat dilakukan.

Ciri-Ciri Telepon Scam yang Perlu Diwaspadai

1. Suara tidak jelas atau bukan suara manusia
Penipu kini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan suara buatan yang menyerupai manusia. Suaranya sering terdengar robotik, tidak natural, atau seperti rekaman otomatis.

2. Mengaku dari lembaga resmi
Scammer sering mengaku sebagai petugas bank, pemerintah, perusahaan, atau institusi terkenal. Namun, mereka biasanya menggunakan nomor pribadi, bukan nomor resmi yang terdaftar.

3. Tawaran hadiah yang menggiurkan
Modus umum lainnya adalah pemberitahuan kemenangan undian besar, padahal korban tidak pernah mengikuti program tersebut. Jika tawaran terdengar terlalu bagus, besar kemungkinan itu penipuan.

4. Meminta data pribadi
Penipu kerap meminta informasi sensitif seperti PIN, password, NIK, nomor kartu ATM, atau nama ibu kandung. Perlu diingat, lembaga resmi tidak pernah meminta data rahasia melalui telepon.

5. Mengancam dengan denda atau pidana
Sebagian penipu menggunakan intimidasi dengan dalih pelanggaran hukum. Tujuannya membuat korban panik agar segera mentransfer uang.

6. Menolak video call dengan alasan SOP atau aturan perusahaan
Penipu sering menolak permintaan video call atau memperlihatkan identitas dengan alasan “tidak sesuai SOP”, “aturan perusahaan”, atau “prosedur keamanan”. Padahal, alasan ini digunakan untuk menyembunyikan identitas asli pelaku.

7. Tidak menyarankan datang ke kantor resmi
Scammer biasanya tidak menganjurkan korban datang langsung ke kantor lembaga resmi. Mereka justru mendorong penyelesaian masalah melalui telepon atau pesan digital agar korban tidak sempat memverifikasi informasi.

8. Memberikan tekanan waktu yang sangat singkat
Modus lain adalah memberikan tenggat waktu sempit, bahkan harus diselesaikan pada hari yang sama. Tujuannya agar korban panik dan mengikuti instruksi tanpa sempat berpikir jernih atau melakukan pengecekan.

Bagaimana Penipu Mendapatkan Nomor Korban?

Nomor telepon korban dapat diperoleh melalui berbagai cara, antara lain:

  • Menghubungi nomor secara acak melalui kombinasi angka.
  • Kebocoran data pribadi dari layanan tertentu.
  • Perdagangan data ilegal oleh oknum yang melanggar privasi.
  • Aplikasi pencari kontak yang mengakses data buku telepon.
  • Kehilangan ponsel atau peretasan akun WhatsApp.
  • Data pribadi pada kemasan paket yang dibuang sembarangan.
  • Perdagangan data di forum ilegal atau dark web.

Tips Mitigasi Agar Tidak Menjadi Korban

  • Jangan langsung mengangkat nomor asing sebelum memeriksa identitasnya.
  • Aktifkan fitur deteksi spam pada ponsel.
  • Gunakan aplikasi pendeteksi nomor untuk mengidentifikasi penelepon.
  • Jangan pernah membagikan data pribadi melalui telepon.
  • Tetap tenang, tutup telepon, dan konfirmasi ke pihak resmi melalui kanal resmi.

Penipuan digital terus berevolusi mengikuti perkembangan teknologi. Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat menjadi benteng utama untuk mencegah kerugian finansial akibat telepon scam.

(Amri-untuk Indonesia)