الأربعاء، 04 شباط/فبراير 2026

Pining Bawang Tanaman Jahe Liar, Buah Asam Manis Banyak Ditemui di Hutan

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

lognews.co.id, Indramayu – Pining bawang (Hornstedtia alliacea atau Hornstedtia conica) merupakan tanaman herbal dari keluarga jahe-jahean (Zingiberaceae) yang dikenal menghasilkan buah manis agak masam dan biasa dikonsumsi dalam keadaan segar. Tanaman ini memiliki berbagai nama lokal, di antaranya ketimbang ketanim di Lampung, golobe di Halmahera, gelobak, hingga dum di wilayah Papua. (

Secara morfologi, pining bawang merupakan terna tahunan ramping yang tumbuh hingga 3,5 meter dan membentuk rumpun padat. Daunnya berbentuk lanset sempit terbalik, berukuran sekitar 55–65 cm, dengan ujung meruncing menyerupai ekor. Tandan bunganya muncul di dekat pangkal batang dengan warna merah jambu yang khas.

Ketika berbuah, tandan bunga tersebut menggembung menyerupai bawang besar berdiameter 4–5 cm. Buah buni majemuknya tertutup lapisan daun pelindung, sementara biji-biji kecil berwarna kehitaman dilindungi salut biji berwarna putih keperakan yang memiliki rasa asam manis dan kaya sari buah.

Buah pining bawang umumnya dimakan segar dan disukai karena rasa uniknya. Selain itu, buah ini juga dapat diolah menjadi manisan tradisional.

Tanaman ini tumbuh liar di hutan atau kebun talun dengan tanah lembap dan kaya humus. Perbanyakan dapat dilakukan melalui rimpang berakar, meskipun pining bawang jarang dibudidayakan secara luas.

Pining bawang tersebar di berbagai wilayah Indonesia seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, Halmahera, hingga Maluku, serta ditemukan pula di Semenanjung Malaya dan Thailand. Keberadaannya menjadi bagian penting dari kekayaan flora herbal Nusantara yang memiliki potensi pangan dan kesehatan. (Amri-untuk Indonesia)