Tuesday, 28 April 2026

Menkes Ingatkan Bahaya Minuman Manis Berwarna, Bisa Picu Risiko Cuci Darah

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk mengurangi konsumsi minuman manis dan berwarna karena berisiko memicu gangguan kesehatan serius, termasuk penyakit ginjal yang berujung pada tindakan cuci darah. Imbauan itu disampaikan di tengah maraknya tren minuman berpemanis di masyarakat. (28/4/26)

Dalam perbincangan bersama dokter Gia Pratama, Menkes Budi secara tegas memilih air putih dibanding minuman berwarna yang ditawarkan kepadanya.

“Kalau warna-warna ini nggak sehat, dok. Saya pilih air putih saja,” ujar Budi.

Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi gula dapat meningkatkan risiko gula darah tinggi dan tekanan darah tinggi, dua faktor utama penyebab kerusakan ginjal kronis.

Dokter Gia Pratama membenarkan banyak pasien gagal ginjal yang datang untuk menjalani hemodialisa atau cuci darah memiliki riwayat pola hidup kurang sehat, terutama konsumsi gula berlebih dan hipertensi yang tidak terkontrol.

“Penyebab utamanya tinggi gula dan tekanan darah. Padahal ini bisa dicegah supaya tidak sampai harus cuci darah rutin,” kata Gia.

Ia menjelaskan, banyak penderita baru memeriksakan diri saat kondisi ginjal sudah menurun berat. Padahal penyakit ginjal berkembang perlahan dan sering tanpa gejala pada tahap awal.

Karena itu, Menkes meminta masyarakat memanfaatkan program cek kesehatan gratis untuk memantau tekanan darah dan gula darah sedini mungkin. Jika ditemukan melebihi batas normal, penanganan bisa segera dilakukan di puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

“Kalau sudah ketahuan tinggi, cepat ke Puskesmas, minta obat. Itu bisa dicegah,” ujar Budi.

Ia menegaskan pencegahan paling mudah dimulai dari kebiasaan harian, terutama pilihan minuman. Air putih dinilai sebagai opsi terbaik untuk menjaga fungsi ginjal dan kesehatan tubuh secara umum.

Selain membatasi minuman manis, masyarakat juga dianjurkan menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mengurangi garam, tidak merokok, dan melakukan pemeriksaan kesehatan berkala guna mencegah penyakit tidak menular. (Amri-untuk Indonesia)