Tuesday, 28 April 2026

Doomscrolling Picu Stres dan Gangguan Mental, Ini Cara Menghindarinya

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta - Kebiasaan terus menggulir media sosial atau membaca berita negatif dalam waktu lama dikenal sebagai doomscrolling. Fenomena ini dinilai dapat memicu stres, kecemasan, hingga gangguan kesehatan mental jika dilakukan berulang tanpa kontrol. (28/4/26)

Doomscrolling terjadi ketika seseorang terus mencari informasi buruk atau konten yang menimbulkan rasa takut, sedih, dan khawatir. Kebiasaan tersebut sering muncul saat situasi dunia terasa tidak pasti atau saat seseorang ingin terus mengetahui perkembangan terbaru.

Paparan berita negatif secara terus-menerus dapat meningkatkan tekanan psikologis. Seseorang bisa merasa cemas setelah membaca informasi, sulit tidur, gelisah, sulit berkonsentrasi, hingga kehilangan minat terhadap aktivitas harian.

Selain memperburuk kecemasan, doomscrolling juga berpotensi memperparah kondisi depresi dan memicu rasa panik. Kebiasaan menggunakan ponsel sebelum tidur turut menurunkan kualitas istirahat sehingga berdampak pada kelelahan fisik dan mental.

Aktivitas tersebut juga dikaitkan dengan peningkatan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Jika berlangsung lama, kondisi itu dapat membuat tubuh lebih mudah lelah dan emosi tidak stabil.

Untuk mengurangi dampaknya, masyarakat disarankan membatasi waktu penggunaan media sosial dan situs berita. Menjauhkan ponsel sebelum tidur serta memilih konten yang lebih positif juga dapat membantu menjaga keseimbangan mental.

Jika stres, kecemasan, gangguan makan, insomnia, atau perasaan putus asa terus berlangsung, konsultasi dengan psikolog atau psikiater menjadi langkah yang dianjurkan.

Pengendalian konsumsi informasi digital dinilai penting agar masyarakat tetap mendapat informasi tanpa mengorbankan kesehatan mental. (Amri-untuk Indonesia)