Friday, 17 April 2026

Kenali Tanda Kekurangan Vitamin D, dari Rambut Rontok hingga Risiko Infeksi

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id – Kekurangan vitamin D dapat berdampak luas terhadap kesehatan tubuh, mulai dari gangguan imunitas hingga risiko penyakit tulang jika terjadi dalam jangka panjang.

Vitamin D memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tulang, fungsi otot, serta sistem kekebalan tubuh. Nutrisi ini juga memiliki sifat antiradang dan neuroprotektif yang mendukung kesehatan secara menyeluruh.

Dokter keluarga David Cutler dari Providence Saint John’s Health Center menjelaskan, kekurangan ringan vitamin D sering kali tidak menimbulkan gejala langsung. Namun, jika berlangsung lama, dampaknya dapat menjadi serius.

Salah satu gejala yang kerap muncul adalah meningkatnya risiko infeksi, termasuk infeksi saluran kemih, karena vitamin D berperan dalam membantu produksi senyawa antimikroba. Selain itu, kondisi kulit yang tampak lebih pucat juga dapat menjadi indikasi kekurangan nutrisi tersebut.

Kekurangan vitamin D juga dikaitkan dengan kerontokan rambut. Studi dalam Journal of Cosmetic Dermatology menunjukkan vitamin ini berperan dalam merangsang pertumbuhan folikel rambut, sehingga kekurangannya dapat memperparah kerontokan.

Dari sisi fisik, rendahnya kadar vitamin D dapat menyebabkan kelemahan otot, kram, hingga kejang. Kondisi ini terjadi karena peran vitamin D dalam membantu penyerapan kalsium yang penting bagi kekuatan otot.

Selain itu, vitamin D turut memengaruhi produksi hormon seperti serotonin dan melatonin yang berperan dalam menjaga suasana hati serta kualitas tidur. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan gangguan tidur hingga kelelahan berkepanjangan.

Dalam kondisi yang lebih parah, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan pelunakan tulang. Pada anak-anak kondisi ini dikenal sebagai rakhitis, sedangkan pada orang dewasa disebut osteomalasia.

Untuk menjaga kadar vitamin D tetap optimal, masyarakat disarankan mendapatkan paparan sinar matahari pagi, mengonsumsi makanan seperti ikan berlemak dan kuning telur, serta mempertimbangkan suplemen jika diperlukan dengan pengawasan tenaga medis.

Langkah pencegahan dini dinilai penting untuk menghindari dampak kesehatan jangka panjang akibat kekurangan vitamin D, terutama pada kelompok rentan.

(Amri-untuk Indonesia)