lognews.co.id, Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi buah yang sudah terbuka atau tergigit hewan, menyusul kewaspadaan terhadap potensi penularan virus Nipah. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan dini meski virus tersebut belum ditemukan di Indonesia.
Menurut Budi, virus Nipah dapat menular melalui buah yang terkontaminasi ludah kelelawar. Jika buah yang telah terbuka dikonsumsi manusia, risiko penularan penyakit meningkat.
“Penularan virus Nipah bisa terjadi melalui buah yang sudah dimakan atau digigit kelelawar. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak mengonsumsi buah yang terbuka,” ujar Budi.
Ia menyarankan masyarakat memilih buah yang masih utuh dan mengupas sendiri sebelum dikonsumsi. Selain itu, masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan yang dimasak untuk meminimalkan risiko penularan.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan tetap menyiapkan langkah antisipasi dengan memperkuat surveilans dan skrining PCR. Reagen telah disiapkan di laboratorium Kemenkes dan akan didistribusikan ke daerah jika ditemukan pasien dengan gejala mencurigakan.
Budi menegaskan bahwa hingga saat ini virus Nipah belum masuk ke Indonesia. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat tingkat fatalitas virus tersebut tergolong tinggi.
Kemenkes mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola konsumsi makanan yang aman dan higienis.
(Amri-untuk Indonesia)


