lognews.co.id, Semarang - Paru ungkep menjadi lauk yang banyak diminati karena cita rasanya gurih dan teksturnya khas. Tantangan saat mengolah paru adalah membuat bumbu meresap hingga ke bagian dalam tanpa membuat daging alot. (28/4/26)
Pemilihan bahan menjadi tahap awal yang penting. Paru sapi segar umumnya berwarna merah muda cerah, tidak berlendir, dan tidak berbau tajam. Bahan segar lebih mudah diolah dan hasil akhirnya cenderung lebih empuk.
Sebelum dimasak, paru perlu dicuci di bawah air mengalir sambil ditekan perlahan untuk mengeluarkan sisa darah dan kotoran pada rongga jaringan. Setelah itu, rebus selama 10 hingga 15 menit lalu buang air rebusan pertama guna mengurangi bau amis.
Setelah direbus, paru diiris dengan ketebalan sedang. Irisan terlalu tebal membuat bumbu sulit masuk, sedangkan irisan terlalu tipis berisiko hancur saat dimasak. Pemotongan melawan arah serat membantu menghasilkan tekstur lebih empuk.
Bumbu ungkep dapat terdiri dari bawang merah, bawang putih, ketumbar, kunyit, lengkuas, daun salam, garam, dan gula secukupnya. Bumbu sebaiknya dihaluskan agar lebih mudah meresap ke serat paru.
Masukkan irisan paru ke dalam bumbu bersama air secukupnya, lalu masak dengan api kecil selama 30 sampai 45 menit hingga cairan menyusut. Proses pemasakan perlahan membantu rasa masuk lebih merata.
Setelah matang, paru sebaiknya didiamkan 15 hingga 30 menit di dalam kuah bumbu agar penyerapan rasa berlanjut sebelum diangkat.
Paru yang sudah diungkep dapat langsung disajikan atau digoreng sebentar hingga bagian luar lebih kering. Cara ini memberi tekstur renyah di luar namun tetap gurih di bagian dalam. (Amri-untuk Indonesia)



