Thursday, 12 February 2026

Estafet Budaya "Purnama Asia Tenggara" di Ma'had Al-Zaytun

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Oleh : Hartono (Tutor PKBM Al Zaytun)

lognews.co.id, Indramayu – Di bawah kemegahan kubah Masjid Rahmataan Lil ‘Alamin, sebuah harmoni bukan sekadar terdengar dari denting saron dan gong, melainkan dari derap langkah regenerasi. Pada Selasa sore, 3 Februari 2026, Ma'had Al-Zaytun kembali menorehkan catatan penting dalam pelestarian budaya bangsa melalui prosesi Serah Terima Jabatan Pengurus Pelajar Cabang Seni Karawitan (SEKAR-MAZ).

Estafet Kepemimpinan dan Harmoni Organisasi

Tepat pukul 15.30 WIB, suasana khidmat menyelimuti Lantai 2 Masjid. Sekitar 80 pasang matabyang terdiri dari pelajar, tutor, hingga warga belajar PKBM, menjadi saksi beralihnya tongkat estafet dari Angkatan 22 kepada Angkatan 23.

Ketua Panitia, Dini Hidayati Sholihah, menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar rutinitas tahunan. "Ini adalah laboratorium kehidupan. Di sini kami belajar berorganisasi, dipandu langsung oleh bimbingan YAB Syaykh Al-Zaytun dan para ustadz," ujarnya dengan nada optimis.

Momen haru sekaligus bangga terasa saat Muhammad Nauval Maulidi, yang baru saja dilantik sebagai Ketua Angkatan 23, menyatakan kesiapannya untuk memikul amanah. Di pundaknya, visi pelestarian seni karawitan kini diletakkan, melanjutkan mimpi-mimpi yang belum sempat dituntaskan oleh pendahulunya.

1000312365

Seni yang Menembus Langit

Acara ini kian berwarna dengan penampilan pelajar kelas VII MTs yang membawakan lagu "Kapal Budhal" dengan iringan lancaran "Gambuh Kapalan" laras pelog. Alunan musik tradisional ini seolah menjadi bukti nyata bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk mencintai akar budaya.

Ust. Hartono, M.Pd., dalam arahannya, menekankan bahwa karawitan adalah instrumen pembentuk karakter. Menurutnya, di dalam gamelan terkandung nilai-nilai adiluhung:

- Unggah-Ungguh (Etika)

- Tepo Sliro (Toleransi)

- Budi Pekerti yang luhur.

"Dalam organisasi, seperti halnya gamelan, setiap instrumen harus saling menghargai agar tercipta nada yang indah," pesan beliau.

Pesan dari "Purnama Asia Tenggara"

Senada dengan hal tersebut, Direktur LognewsTv dan Radio Prima FM, Handy Nasution, memberikan perspektif yang puitis sekaligus mendalam. Beliau menggambarkan bagaimana gamelan di Al-Zaytun mampu berinteraksi dengan alam sekitar.

"Alunan gamelan yang sahdu di sini membuat alam bersenandung dan tersenyum. YAB Syaykh Al-Zaytun sangat menghargai seni karena beliau percaya bahwa 'Seni dapat Menembus Langit'," tutur Handy.

Ia juga mengajak para pelajar untuk bangga menjaga SEKAR-MAZ, yang ia juluki sebagai "Purnama dari Asia Tenggara", sebuah identitas kuat bagi bangsa Indonesia di kancah dunia.

1000312363

Tali Kasih dan Simbol Keberlanjutan

Sebagai penutup yang manis, Angkatan 22 menyerahkan "Tali Kasih" berupa lima eksemplar Buku Notasi Gending dan satu unit Siter kepada pengurus baru. Simbol ini menegaskan bahwa ilmu dan kreativitas tidak boleh terhenti; ia harus terus mengalir dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Acara berakhir pukul 17.00 WIB, ditutup dengan sesi foto bersama dan wawancara eksklusif oleh Radio Prima FM. Sore itu, Al-Zaytun tidak hanya melahirkan pemimpin organisasi baru, tetapi juga para penjaga nyala api peradaban yang berkomitmen menjaga warisan leluhur agar tetap abadi.Merdeka! (Amri-untuk Indonesia)

Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah