Saturday, 04 April 2026

RI Masih Impor Plastik Rp14,84 Triliun di Tengah Lonjakan Harga Global

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap Indonesia masih bergantung pada pasokan plastik impor di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat eskalasi konflik Iran–AS–Israel. Nilai impor plastik dan barang turunannya pada Februari 2026 tercatat US$873,2 juta atau sekitar Rp14,84 triliun (kurs Rp17.000). (1/4/26)

Deputi Bidang Distribusi Statistik dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan komoditas plastik menjadi bagian signifikan dari kelompok nonmigas. “Impor plastik atau barang dari plastik pada Februari 2026 mencapai US$873,2 juta,” ujarnya dalam konferensi pers.

China Jadi Pemasok Terbesar

BPS merinci tiga negara pemasok utama plastik ke Indonesia:

  • China: US$380,1 juta
  • Thailand: US$82,7 juta
  • Korea Selatan: US$66,7 juta

Jika dibandingkan periode lain, angka Februari turun dari Januari 2026 yang mencapai US$949,2 juta, namun masih lebih tinggi dibanding Februari 2025 sebesar US$810,4 juta.

Harga Plastik Domestik Melonjak

Kenaikan harga plastik di Indonesia telah dikeluhkan pedagang sejak sebelum Lebaran. Harga satu pak plastik berbagai ukuran naik hingga Rp6.000, dari sebelumnya Rp17.000 menjadi Rp23.000 per pak.

Situasi ini menekan biaya operasional pedagang dan mengurangi margin keuntungan. Temuan tersebut disampaikan langsung kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) saat sidak di Pasar Minggu bersama Menteri Perdagangan Budi Susanto.

Zulhas menyebut kenaikan harga terjadi secara nasional. “Saya dengar bijih plastiknya naik luar biasa. Karena plastik itu berbasis BBM. Kami akan bahas khusus dan undang pihak terkait,” ujarnya.

Dampak Konflik dan Ketergantungan Impor

Lonjakan harga plastik erat dengan kenaikan harga minyak mentah global yang terdorong ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Plastik sebagai turunan petrokimia ikut terdampak karena biaya produksi bahan baku meningkat signifikan.

(Amri-untuk Indonesia)