lognews.co.id, Jakarta — Perusahaan teknologi raksasa Meta Platforms dilaporkan tengah mempertimbangkan rencana pengurangan tenaga kerja hingga sekitar 20 persen dari total karyawan sebagai bagian dari strategi efisiensi perusahaan. (16/3/26)
Informasi tersebut muncul dari laporan media internasional yang mengutip sumber internal perusahaan. Laporan Reuters yang disiarkan Engadget menyebutkan manajemen Meta tengah mengkaji opsi pengurangan tenaga kerja dalam skala besar.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa sejumlah pimpinan senior di perusahaan telah diminta menyiapkan rencana restrukturisasi sumber daya manusia, termasuk kemungkinan pengurangan jumlah pegawai.
Namun pihak Meta memberikan tanggapan berbeda. Juru bicara perusahaan menyatakan informasi tersebut masih sebatas spekulasi dan belum tentu menjadi kebijakan resmi yang akan dijalankan perusahaan.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, Meta tercatat memiliki sekitar 78.865 karyawan hingga 31 Desember 2025. Pada periode yang sama perusahaan membukukan pendapatan kuartal keempat hampir 60 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.014 triliun.
Secara tahunan, total pendapatan Meta pada 2025 bahkan melampaui 200 miliar dolar AS atau sekitar Rp3.392 triliun.
Langkah efisiensi tenaga kerja sebenarnya bukan hal baru bagi Meta. Pada awal 2026 perusahaan telah melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 1.000 pegawai, sebagian besar berasal dari unit Reality Labs yang mengembangkan teknologi realitas virtual dan metaverse.
Sebelumnya pada awal 2025 Meta juga memangkas sekitar lima persen dari total karyawan sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis di tengah perubahan industri teknologi global.
Di tengah langkah efisiensi tersebut, Meta tetap memperkuat investasinya di sektor kecerdasan buatan (AI). Perusahaan bahkan dilaporkan mengakuisisi sejumlah perusahaan rintisan teknologi AI guna mempercepat pengembangan sistem otomasi digital dan agen AI.
(Amri-untuk Indonesia)



