Wednesday, 04 February 2026

Dirut BEI Iman Rachman Mundur Usai IHSG Anjlok Dua Hari

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta – Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman resmi mengundurkan diri pada Jumat (30/1/2026). Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas gejolak pasar modal yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Dalam konferensi pers di Gedung BEI, Iman menyatakan pengunduran dirinya dari jabatan Direktur Utama BEI.

“Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri,” ujar Iman.

Ia berharap langkah tersebut menjadi keputusan terbaik bagi stabilitas pasar modal Indonesia.

“Semoga dengan pengunduran diri saya ini pasar modal kita menjadi lebih baik,” katanya.

Terkait proses administrasi, Iman menjelaskan bahwa mekanisme penggantian jabatan akan mengikuti ketentuan anggaran dasar perusahaan. Untuk sementara, posisi Direktur Utama akan diisi pelaksana tugas hingga ditunjuk pejabat definitif.

“Nanti akan ada pelaksana tugas yang ditunjuk sesuai aturan sampai Direktur Utama yang baru ditetapkan,” ujarnya.

Tekanan Pasar Usai Kebijakan MSCI

Pengunduran diri Iman terjadi di tengah tekanan besar di pasar modal Indonesia setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan sementara perlakuan indeks saham Indonesia.

Kebijakan MSCI mencakup pembekuan kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke indeks, serta tidak adanya peningkatan klasifikasi saham di seluruh segmen indeks.

Dampaknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan dalam dua hari perdagangan berturut-turut hingga memicu penghentian perdagangan sementara (trading halt).

Pada Rabu (28/1/2026), IHSG ditutup di level 8.320, turun 659,67 poin atau 7,35 persen. Sehari kemudian, Kamis (29/1/2026), IHSG kembali melemah dan ditutup di level 8.232, turun 88,35 poin atau 1,06 persen, setelah sempat menyentuh level 7.481.

IHSG Mulai Pulih

Pada Jumat (30/1/2026), IHSG mulai menunjukkan pemulihan dengan ditutup menguat 1,18 persen ke level 8.329,61.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang tertinggi 8.408,30 dan terendah 8.167,16.

Volume transaksi tercatat mencapai 57,77 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp 41,33 triliun dan frekuensi 3,40 juta kali transaksi.

Sebanyak 551 saham menguat, 194 saham melemah, dan 65 saham stagnan. Kapitalisasi pasar BEI meningkat hingga Rp 15.075,29 triliun.

Dari sisi sektoral, sektor transportasi mencatat penguatan tertinggi, diikuti sektor keuangan, non-siklikal, teknologi, dan properti. Sementara sektor siklikal, infrastruktur, dan industri masih mengalami tekanan.

Dampak Dan Perhatian Publik

Pengunduran diri Dirut BEI menambah sorotan terhadap tata kelola pasar modal Indonesia, khususnya terkait transparansi, likuiditas, dan struktur kepemilikan saham yang menjadi perhatian MSCI. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas terkait mengenai langkah lanjutan untuk merespons tekanan pasar modal tersebut. (Amri-untuk Indonesia)