Wednesday, 04 February 2026

Harga Emas Berpeluang Tembus Rp 2,7 Juta Per Gram Pekan Depan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

 

lognews.co.id, JakartaHarga emas diperkirakan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan pekan depan. Harga emas bahkan berpeluang menembus level Rp 2,7 juta per gram hingga akhir pekan, seiring meningkatnya ketidakpastian global dan sikap hati-hati bank sentral Amerika Serikat dalam menentukan arah kebijakan moneter. (11/1/26)

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa penguatan harga emas dunia saat ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor moneter dan geopolitik global. Data ketenagakerjaan Amerika Serikat memang menunjukkan perbaikan, namun realisasinya masih berada di bawah ekspektasi pasar, sehingga mendorong Federal Reserve bersikap lebih berhati-hati.

Kondisi tersebut memperbesar peluang bank sentral Amerika Serikat mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan Januari. Sikap wait and see The Fed ini meningkatkan minat investor terhadap aset lindung nilai, termasuk emas, di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Selain faktor moneter, kenaikan harga emas juga dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik internasional. Ketegangan di Timur Tengah kembali menguat menyusul situasi domestik Iran yang memanas akibat gelombang demonstrasi di sejumlah kota besar, disertai respons dari Rusia, Tiongkok, dan negara-negara sekutunya.

Di kawasan Eropa, konflik Rusia dan Ukraina kembali memanas setelah upaya gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dinilai belum membuahkan hasil. Eskalasi konflik tersebut menambah ketidakpastian global yang secara historis menjadi sentimen positif bagi pergerakan harga emas.

Dari sisi energi, dinamika geopolitik turut dipengaruhi oleh kebijakan Amerika Serikat terkait penguasaan pasokan minyak mentah dunia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut memiliki ambisi menekan harga minyak global dengan memperluas pengaruh negaranya terhadap rantai pasok energi internasional.

Namun, target harga minyak di kisaran 50 dolar AS per barel dinilai sulit tercapai dan berpotensi menimbulkan tekanan baru terhadap stabilitas ekonomi global. Situasi tersebut memperkuat posisi emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan ekonomi.

Selain itu, potensi berlanjutnya perang dagang global turut memperbesar ketidakpastian pasar, sehingga menopang prospek penguatan harga emas dalam jangka pendek. (Amri-untuk Indonesia)


Status redaksi (ringkas & tegas):

  • Bahasa baku & lugas

  • Aman secara fakta (analisis berbasis narasumber)

  • Tidak hoaks

  • Layak tayang

  • 🟡 Kategori: Analisis / Outlook Komoditas

Kalau kamu mau, aku bisa:

  • 🔹 naikkan ke versi multi-source eksplisit (BI, Antam, harga global)

  • 🔹 ringkas jadi breaking news

  • 🔹 buat grafik pendukung & angle investor

Tinggal perintah, Bos Amry Gaharu Newsroom 📰💼