Sunday, 24 May 2026

Anggaran MBG 2026 Dipangkas Jadi Rp268 Triliun, DPR Ingatkan Kualitas Gizi Tak Boleh Turun

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta - Pemerintah menyesuaikan pagu anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 menjadi Rp268 triliun untuk sementara waktu. Nilai tersebut turun Rp67 triliun dibanding target awal yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp335 triliun. (21/5/26)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penyesuaian dilakukan melalui langkah efisiensi sesuai arahan Presiden guna meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN).

“Hingga akhir April 2026, realisasi serapan anggaran MBG mencapai Rp75 triliun atau sekitar 22,4 persen dari total kebutuhan anggaran,” kata Purbaya.

Ia menjelaskan penghematan dilakukan pada sejumlah pos tertentu agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih efisien tanpa mengurangi tujuan utama pemenuhan gizi masyarakat.

“Penghematan-penghematan tertentu dilakukan sesuai ketentuan presiden sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efisien. Nanti ada penghematan lebih lanjut,” ujarnya.

Menurut Purbaya, angka Rp268 triliun masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring proses evaluasi serta kalkulasi lanjutan yang tengah dilakukan pemerintah.

“Rp268 triliun untuk sementara. Angkanya itu dulu. Tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut, masih dihitung,” paparnya.

Pemerintah, lanjut dia, terbuka terhadap berbagai masukan publik maupun evaluasi dari kalangan pengamat ekonomi terkait pelaksanaan program MBG.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya menegaskan efisiensi anggaran tidak boleh berdampak pada kualitas makanan maupun pemenuhan gizi bagi para penerima manfaat.

Menurutnya, penghematan seharusnya difokuskan pada aspek distribusi, dukungan manajemen, dan biaya operasional lainnya, bukan memangkas kualitas bahan pangan.

“Efisiensi harus dilakukan pada aspek distribusi, dukungan manajemen, dan biaya operasional lainnya. Jangan sampai penghematan justru menyentuh kualitas bahan baku pangan karena nutrisi dan gizi makanan bagi penerima manfaat adalah batas mutlak yang tidak boleh dikurangi,” ujar Asep Romy.

Ia menilai pengurangan anggaran sebesar Rp67 triliun dapat menjadi momentum bagi BGN untuk memperbaiki tata kelola program secara menyeluruh.

Meski demikian, Asep menekankan kualitas protein, kandungan gizi, hingga standar higienitas makanan tetap harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Program MBG. (Amri-untuk Indonesia)