INDRAMAYU, lognews.co.id – Rangkaian kegiatan Ajang Kreativitas Cinema yang diselenggarakan Organisasi Pelajar Ma’had Al-Zaytun (OPMAZ) resmi ditutup pada Minggu (1/11/2026). Kegiatan penutupan berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB di Mini Zeteso, Gedung Ali Bin Abi Thalib, Kampus Ma’had Al-Zaytun, Indramayu.
Kegiatan yang telah berlangsung sejak 28 September 2026 ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan produksi film, serta keterampilan berorganisasi dan bekerja sama dalam sebuah kelompok.
Ajang Cinema sebagai Wadah Pengembangan Kompetensi
Salah satu peserta kegiatan, Randika Pratama Yudha bin Yudha Adi Tenggara, Ketua Kelompok 3 EARTHERA kategori film dari kelas XI MIPA 3, menjelaskan bahwa Ajang Kreativitas Cinema tidak hanya berorientasi pada pembuatan film, tetapi juga bertujuan memperkuat kompetensi setiap anggota sesuai bidang keahliannya masing-masing.
Menurut Randika, dalam pelaksanaannya setiap kelompok memiliki pembagian tugas dan struktur organisasi yang mencakup sejumlah bidang, seperti sekretaris, kurikulum, dokumentasi, serta bidang lainnya. Pembagian tersebut bertujuan membangun kemampuan anggota dalam mengelola kegiatan sekaligus memahami proses kerja sebuah tim.
"Kami bertujuan dalam Ajang Kreativitas Cinema ini untuk memperkuat bidang kompetensi pada keahliannya masing-masing," ungkap Randika.
Ia menambahkan, pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk mengembangkan kemampuan intelektual melalui kegiatan di luar pembelajaran formal. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan integritas dan kualitas pendidikan para pelajar di Ma’had Al-Zaytun.
EARTHERA Angkat Konflik Sosial Mei 1998
Dalam kategori film, kelompok EARTHERA mengangkat latar cerita peristiwa Mei 1998 di Indonesia, khususnya konflik sosial antara masyarakat keturunan Tionghoa dan masyarakat pribumi pada masa menjelang reformasi.
Melalui film tersebut, kelompok EARTHERA berupaya menyampaikan pesan bahwa perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menyalahkan ataupun merasa lebih unggul dari kelompok lain.
Randika menjelaskan bahwa cerita yang diangkat bertujuan mengajak penonton memahami pentingnya persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Pesan tersebut juga berkaitan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Kami berharap Indonesia ini juga akan menjadi lebih baik dengan isu yang kami angkat, agar lebih sadar bahwa perbedaan bukanlah suatu halangan," jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti kegiatan ini memberikan pelajaran mengenai pentingnya kebersamaan dan kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama. Menurutnya, kekuatan sebuah kelompok dapat tumbuh melalui kerja sama dan kontribusi setiap anggotanya.
Proses Produksi Film di Luar Jam Pembelajaran
Ajang Kreativitas Cinema diawali dengan kegiatan workshop yang memberikan pembekalan kepada para pelajar dari masing-masing kelompok. Setelah tahap tersebut, peserta melanjutkan proses produksi atau syuting film yang dilaksanakan di luar jam pembelajaran sekolah.
Setiap kelompok diberikan keleluasaan menentukan tempat dan waktu produksi sesuai dengan konsep film yang dikembangkan. Setelah proses produksi selesai, karya-karya tersebut ditampilkan secara berkala pada setiap akhir pekan untuk mendapatkan penilaian dari dewan juri yang telah disiapkan panitia.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para pelajar memperoleh pengalaman dalam mengelola produksi audiovisual, membangun kerja sama tim, mengembangkan gagasan cerita, hingga menyampaikan pesan melalui media film.
Dorong Pelajar Terus Mengembangkan Potensi
Pada kesempatan tersebut, Randika juga menyampaikan apresiasi kepada Ma’had Al-Zaytun atas fasilitas dan kesempatan yang diberikan sehingga para pelajar dapat mengembangkan kompetensi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi ruang pengembangan potensi pelajar agar tidak berhenti pada pencapaian yang telah diraih, melainkan terus bergerak menuju kemajuan.
Penutupan Ajang Kreativitas Cinema pada 1 November 2026 menjadi akhir dari rangkaian kegiatan sekaligus penanda selesainya proses kreatif para peserta dalam menghasilkan karya film. (Saheel untuk Indonesia)



