Mahad Al-Zaytun Ajarkan Literasi Gizi, Pelajar Sebut Kesehatan sebagai Investasi

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

INDRAMAYU, lognews.co.id – Mahad Al-Zaytun mengintegrasikan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dengan praktik pengenalan makanan bergizi melalui kegiatan makan bersama wali kelas dan pelajar di Cafe Kita, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah.

Melalui kegiatan tersebut, pelajar tidak hanya mendapatkan materi mengenai pemenuhan nutrisi, tetapi juga berkesempatan mengenali komposisi makanan dan memahami perannya bagi kesehatan tubuh. Pendekatan ini diharapkan membantu pelajar menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dengan kebiasaan makan dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran PJOK Kenalkan Pentingnya Gizi Seimbang

Salah satu pelajar, Tri Mukti Sasmaji dari kelas 9A02, Bu Khoerun Pusat, menilai kegiatan tersebut memberikan pemahaman tentang pentingnya memilih makanan berdasarkan kebutuhan gizi tubuh. Menurutnya, sajian yang disediakan juga memperlihatkan beragam sumber nutrisi yang diperlukan untuk menjaga kesehatan.

“Untuk tanggapan saya dengan kegiatan ini, sangat baik. Kita jadi mengenal bahwasanya mana yang gizi seimbang yang kita butuhkan, mana yang tidak,” ujar Tri Mukti.

Ia menjelaskan, menu yang disajikan mencakup ayam, tempe, tahu, telur, serta sayuran berupa kangkung. Keberagaman bahan makanan tersebut menjadi contoh penerapan pemenuhan gizi melalui kombinasi sumber protein hewani, protein nabati, dan serat dalam menu sehari-hari.

Bagi Tri Mukti, materi yang disampaikan dalam kegiatan itu juga memperluas pemahamannya mengenai makna investasi kesehatan. Ia menilai, menjaga kesehatan tidak semata-mata berkaitan dengan pengobatan ketika tubuh sakit, tetapi juga dengan upaya preventif melalui pilihan makanan yang baik.

“Banyak yang mengajari kita bahwasanya investasi itu bukan sekadar uang, tapi juga kesehatan. Dari yang terdekat, yaitu tubuh,” katanya.

Kebiasaan Makan Sehat sebagai Investasi Kesehatan

Tri Mukti menambahkan, pola makan sehat perlu menjadi perhatian pelajar di tengah padatnya aktivitas. Kesibukan mengikuti kegiatan sekolah, menurutnya, terkadang membuat seseorang mengabaikan waktu makan atau mengonsumsi makanan secara terburu-buru.

Karena itu, ia mengingatkan teman-temannya agar tetap memperhatikan kebutuhan makan sebagai sumber energi untuk menjalankan aktivitas. Pemenuhan gizi yang baik dinilainya sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi kesehatan.

“Makanlah, karena itu sumber energi kita dan investasi kita,” ujarnya.

Selain memperhatikan jenis makanan, Tri Mukti juga menyoroti pentingnya kebiasaan mengunyah makanan dengan baik sebelum menelannya. Menurutnya, materi mengenai proses pencernaan memberikan pemahaman bahwa kebiasaan makan tidak hanya berkaitan dengan apa yang dikonsumsi, tetapi juga bagaimana makanan dikonsumsi.

Ia juga menyinggung sejumlah kebiasaan yang perlu diperhatikan, seperti waktu makan yang tidak teratur dan komposisi makanan yang kurang seimbang. Contohnya, konsumsi nasi dalam jumlah berlebihan tanpa diimbangi sumber protein yang cukup, atau konsumsi protein tanpa disertai sayuran sebagai sumber serat.

Pemahaman tersebut menjadi bagian dari literasi kesehatan yang penting bagi pelajar. Dengan mengenali kebutuhan tubuh dan memahami prinsip gizi seimbang, pelajar diharapkan mampu mengambil keputusan yang lebih baik dalam memilih makanan sehari-hari.

Pengetahuan Gizi Diharapkan Menular ke Lingkungan Sekolah

Tri Mukti berharap pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada peserta yang hadir. Ia berencana membagikan informasi mengenai pola makan sehat kepada adik kelas, kakak kelas, maupun orang lain yang ingin menjaga kesehatannya.

“Dengan hal ini, ilmu ini juga pasti mengalir. Tidak mungkin di kelas saya atau kelas yang datang hari ini saja. Mungkin saya akan sampaikan ke adik-adik, kakak-kakak kelas, atau siapa pun yang mau menjaga pola makan,” tuturnya.

Harapan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran kesehatan juga berpotensi mendorong pertukaran pengetahuan antarpelajar. Informasi yang diperoleh di lingkungan sekolah dapat diteruskan kepada teman sebaya sehingga pemahaman tentang gizi dan kebiasaan hidup sehat dapat menjangkau lebih banyak orang.

Apresiasi untuk Penyediaan Makanan Bergizi

Tri Mukti turut menyampaikan apresiasi kepada Mahad Al-Zaytun dan pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan, termasuk ABI-ABI Kitchen, yang menurutnya mendukung pemenuhan gizi pelajar melalui sajian yang diberikan.

“Terima kasih kepada Mahad Al-Zaytun yang telah memenuhi gizi kesehatan kami melalui makanan, mengajarkan kami tentang investasi kesehatan melalui makanan,” kata Tri Mukti.

Meski demikian, ia berharap variasi lauk dapat ditingkatkan dan keseimbangan rasa pada sajian lebih diperhatikan agar pengalaman makan bersama semakin menarik bagi pelajar.

Pembelajaran Kontekstual untuk Membentuk Pola Hidup Sehat

Kegiatan makan bersama ini memperlihatkan bahwa pembelajaran kesehatan dapat dikembangkan melalui pengalaman langsung yang dekat dengan kehidupan pelajar. Materi PJOK tidak hanya dipahami melalui penjelasan di kelas, tetapi juga melalui pengenalan bahan makanan, komposisi gizi, dan kebiasaan makan yang baik.

Melalui pendekatan tersebut, pelajar diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa kesehatan merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang dan menunjang aktivitas belajar. Pemahaman mengenai gizi seimbang juga dapat menjadi bekal dalam membentuk perilaku hidup sehat yang diterapkan secara berkelanjutan.

Dengan demikian, kegiatan makan bersama di Mahad Al-Zaytun tidak hanya menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara wali kelas dan pelajar, tetapi juga menjadi sarana pendidikan untuk menumbuhkan literasi gizi, kepedulian terhadap kesehatan diri, serta kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. (Saheel untuk Indonesia)