Kemenag Indramayu Apresiasi Komitmen Al-Zaytun Cetak Pelajar Berprestasi

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

INDRAMAYU, lognews.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu mengapresiasi penyelenggaraan Islamic Spirit Competition (ISC) 2026 yang digelar MAN 1 Indramayu dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Kompetisi tersebut dinilai menjadi salah satu upaya menjaring bibit pelajar berprestasi dari madrasah dan sekolah di Kabupaten Indramayu.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Indramayu mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi untuk menemukan potensi pelajar dalam berbagai bidang. Hasil kompetisi juga dapat menjadi gambaran bagi Kemenag dalam memetakan pelajar yang berpotensi mewakili Kabupaten Indramayu pada ajang di tingkat lebih tinggi.

Pernyataan tersebut disampaikan saat tim Lognews.co.id menghubungi pihak Kemenag Kabupaten Indramayu melalui sambungan telepon pada Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan, ISC tidak memiliki pola penyelenggaraan berjenjang seperti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) yang mempunyai agenda kompetisi dari tingkat kabupaten hingga nasional. Meski demikian, kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi pelajar berprestasi yang siap mengikuti kompetisi lain.

“Kalau jenjang program Kementerian Agama sih tidak seperti OMI HSN ya, tapi menjadi gambaran kita nanti ketika ada lomba-lomba, berarti ini ada stok kita untuk bisa mewakili tingkat provinsi,” ujarnya.

Menurutnya, kompetisi yang diinisiasi di tingkat kabupaten seperti ISC dapat memberikan manfaat ketika terdapat agenda perlombaan lain yang membutuhkan perwakilan daerah. Dengan adanya pemetaan potensi sejak awal, Kemenag memiliki gambaran mengenai pelajar yang dapat dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi lanjutan.

“Kalau ini sih inisiasi kita, barangkali nanti ada secara mendadak, event-event yang dibutuhkan di provinsi, kita punya stok,” katanya.

Selain menjadi sarana penjaringan potensi, ISC 2026 juga dinilai sebagai bagian dari upaya memperluas ruang prestasi pelajar madrasah. Kepala Kantor Kemenag Indramayu mengapresiasi madrasah yang telah mengirimkan peserta didiknya untuk berkompetisi di luar lingkungan sekolah masing-masing.

Ia menilai, pencapaian pelajar tidak seharusnya hanya diukur dari prestasi di lingkungan madrasah sendiri, tetapi juga melalui partisipasi dan persaingan di tingkat kabupaten.

“Saya mengapresiasi madrasah-madrasah yang mengirim peserta didiknya karena ini bagian dari komitmen dalam rangka meningkatkan pendidikan madrasah,” tuturnya.

“Jadi prestasi anak itu tidak dalam satu lingkungan, tetapi jauh lebih luas lagi tingkat Kabupaten Indramayu,” lanjutnya.

Salah satu madrasah yang mendapat apresiasi ialah MTs Ma’had Al-Zaytun. Dalam ISC 2026, tiga pelajarnya berhasil meraih juara pada kategori pidato Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Siti Kholifatun Nisa meraih juara ketiga Pidato Bahasa Arab dengan skor 1.213. Sementara itu, Green Chaverin Khalillurohman memperoleh juara kedua Pidato Bahasa Inggris dengan skor 1.587, sedangkan Princessa Prudence Permatahati meraih juara ketiga pada kategori yang sama dengan skor 1.579.

Kepala Kantor Kemenag Indramayu mengapresiasi partisipasi MTs Ma’had Al-Zaytun yang dinilai menunjukkan komitmen dalam mendorong peserta didiknya untuk terus berkembang dan berkompetisi.

“Saya mengapresiasi madrasah dari Al-Zaytun yang berkomitmen terus membangun dan mengarahkan peserta didik untuk terus berpacu, berprestasi lebih tinggi lagi. Tidak hanya tingkat Al-Zaytun,” ungkapnya.

Ia berharap kompetisi seperti ISC dapat memperluas kesempatan pelajar untuk menunjukkan kemampuan di tingkat yang lebih luas. Dengan demikian, madrasah tidak hanya berperan dalam pendidikan di lingkungan masing-masing, tetapi juga mendorong peserta didik untuk berpartisipasi dalam kegiatan kompetitif antarmadrasah.

Lebih lanjut, ia mengaitkan penyelenggaraan ISC dengan makna peringatan Hari Santri Nasional. Menurutnya, momentum tersebut menjadi pengingat atas kontribusi umat Islam dan para santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Harisantri Nasional kan pesannya bahwa kita umat Islam punya saham kemerdekaan. Bahwa umat Islam punya jasa dalam rangka ketika 10 November ada kontribusi besar dengan perjuangan-perjuangan para santri,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, ISC 2026 menjadi salah satu ruang bagi pelajar untuk meneruskan semangat perjuangan melalui pengembangan kemampuan, prestasi, dan kompetisi yang sehat.

Ia menegaskan, pelajar perlu memperoleh kesempatan untuk menguji kemampuan mereka tidak hanya di lingkungan madrasah masing-masing, tetapi juga bersama pelajar dari madrasah lain di Kabupaten Indramayu.

“Dalam kompetisi ini tadi, kami ingin anak-anak tidak hanya berprestasi, tidak hanya di tingkat madrasah, tetapi juga harus dilombakan di tingkat madrasah-madrasah yang ada di Indramayu,” pungkasnya.

 

Melalui kegiatan tersebut, Kemenag Indramayu berharap potensi pelajar madrasah dapat terpetakan lebih luas. Selain menjadi ajang apresiasi prestasi, ISC juga dapat menjadi salah satu referensi untuk mempersiapkan pelajar yang berpeluang mewakili Kabupaten Indramayu dalam kompetisi tingkat provinsi maupun ajang lainnya di masa mendatang. (Saheel untuk Indonesia)