Friday, 28 August 2026

Prof. Ermaya Suradinata: Syaykh Al Zaytun Sosok Gemilang yang Dikenal Dunia

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

INDRAMAYU, lognews.co.id - Prof. Dr. Drs. Ermaya Suradinata, S.H., M.H., M.S. menyampaikan apresiasi, rasa syukur, dan doa dalam peringatan Milad ke-80 Syaykh Al Zaytun, yang digelar di Grand Masjid Rahmatan Lil Alamin, Mahad Al-Zaytun, Kabupaten Indramayu.

Dalam sambutannya, Prof. Ermaya menyebut usia 80 tahun merupakan anugerah yang sangat langka dan patut disyukuri. Menurutnya, perjalanan panjang Syaykh Panji Gumilang menjadi bukti konsistensi dalam mengabdikan diri bagi pendidikan, peradaban, dan kemajuan bangsa.

Usia 80 Tahun, Anugerah yang Patut Disyukuri

Mengawali sambutannya, Prof. Ermaya mengajak seluruh hadirin mensyukuri nikmat Allah SWT atas usia ke-80 yang telah dianugerahkan kepada Syaykh Panji Gumilang.

"Delapan puluh tahun adalah usia yang sangat langka. Kita mensyukuri nikmat Allah SWT," ujarnya.

Ia kemudian memaknai angka delapan sebagai simbol perjuangan yang terus berlanjut tanpa henti. Menurutnya, perjalanan hidup seorang kiai tidak berhenti pada usia, melainkan terus memberi manfaat melalui gagasan dan pengabdian.

"Perjuangan sebagai seorang Kiai Haji, Syaykh Abdul Salam Panji Gumilang, adalah perjuangan yang terus berlanjut," katanya.

Makna Gemilang yang Menggema Hingga Dunia

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ermaya menuturkan bahwa nama "Panji Gumilang" memiliki makna yang sangat mendalam. Menurutnya, kata gemilang menggambarkan sosok yang berjaya, membawa cahaya, dan memberi manfaat yang terus hidup.

"Kalau dalam bahasa Sunda, gemilang itu luar biasa, menggema, berjaya, nur yang tiada padam. Gemilang dikenal di seluruh dunia ini. Namanya sudah sangat bagus," ungkapnya.

Ia menilai Syaykh Panji Gumilang telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa melalui kiprahnya dalam membangun dunia pendidikan serta melahirkan berbagai gagasan yang memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia.

Mengajak Mendoakan Kedua Orang Tua

Prof. Ermaya juga menyampaikan rasa hormat kepada kedua orang tua Syaykh Panji Gumilang yang telah melahirkan dan membesarkan sosok yang kini dikenal luas.

"Saya bangga kepada orang tua beliau, yaitu K.H. Rasyidi dan ibu beliau yang telah melahirkan beliau," tuturnya.

Ia kemudian mengajak seluruh tamu undangan untuk bersama-sama mendoakan kedua orang tua Syaykh Panji Gumilang sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

"Oleh karena itu, marilah kita mendoakan ibu dan ayah beliau menurut agama dan kepercayaan kita masing-masing. Saya akan memimpin doa menurut agama Islam," ucap Prof. Ermaya.

Ajakan tersebut disambut khidmat oleh seluruh tamu undangan yang hadir dalam peringatan Milad ke-80 Syaykh Al Zaytun di Grand Masjid Rahmatan Lil Alamin. Suasana doa bersama menjadi penutup yang sarat makna, sebagai ungkapan syukur atas perjalanan hidup Syaykh Abdul Salam Panji Gumilang sekaligus penghormatan kepada jasa kedua orang tuanya, K.H. Rasyidi dan ibunda beliau, yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan pengabdiannya. (Saheel untuk Indonesia)