Tuesday, 19 May 2026

Al-Zaytun Tampilkan Pemanfaatan Lahan sebagai Penentu Masa Depan Pembangunan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

INDRAMAYU, lognews.co.id - Ma’had Al-Zaytun kembali menggelar Simposium Pelatihan Pelaku Didik Pekan ke-45 pada Ahad, 17 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kampus Al-Zaytun Indonesia tersebut menghadirkan Prof. Ir. Zulkifli Nasution, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Ilmu Tanah dan Lingkungan serta Dosen Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, sekaligus Founder Indonesian Coastal Conservation Foundation (YAKOPI). Dalam kesempatan tersebut, Prof. Zulkifli membahas sejarah perkembangan pendidikan tinggi dunia serta pentingnya pengelolaan lahan secara berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan masa depan.

Tradisi Pendidikan Tinggi dari Masa ke Masa

Dunia pendidikan tinggi sejatinya telah berkembang sejak pertengahan abad ke-12 melalui lahirnya komunitas akademik di kota-kota seperti Bologna dan Paris. Pada masa itu, para guru dan mahasiswa membentuk sebuah komunitas keilmuan atau gilda yang kemudian dikenal sebagai universitas. Dari tradisi inilah lahir berbagai istilah akademik seperti magister, doktor, dan profesor yang pada awalnya memiliki makna serupa, yakni seseorang yang memiliki kewenangan penuh untuk mengajar secara mandiri.

Perkembangan pendidikan tinggi tersebut turut melahirkan simbol-simbol akademik yang masih dikenal hingga saat ini, seperti toga dan gelar baccalaureate sebagai tanda pencapaian intelektual setelah menempuh pendidikan selama beberapa tahun. Sistem tersebut memiliki kemiripan dengan konsep pendidikan modern saat ini, termasuk jenjang sarjana yang dipandang sebagai tahap awal menuju profesionalitas dalam bidang keilmuan tertentu.

Tradisi akademik tersebut menunjukkan bahwa pendidikan sejak dahulu bukan hanya berfungsi sebagai sarana memperoleh gelar, melainkan juga sebagai ruang pembentukan kemampuan berpikir, penguasaan ilmu pengetahuan, serta kesiapan seseorang dalam menjalankan peran sosial di tengah masyarakat.

Pendidikan sebagai Fondasi Pembangunan Berkelanjutan

Seiring perkembangan zaman, pendidikan tidak lagi dipahami hanya sebatas simbol akademik dan capaian gelar. Pendidikan berkembang menjadi fondasi penting dalam pembangunan, termasuk dalam bidang lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam.

Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Zulkifli Nasution yang menegaskan bahwa salah satu kunci utama pembangunan berkelanjutan terletak pada kemampuan manusia memahami dan mengelola lahan secara tepat. Menurutnya, lahan bukan sekadar tempat berpijak, melainkan sumber daya vital yang menentukan keberlangsungan kehidupan manusia.

Meningkatnya kebutuhan pangan, pertumbuhan penduduk, dan pembangunan infrastruktur menyebabkan tekanan terhadap lahan semakin besar. Karena itu, diperlukan pendekatan ilmiah melalui evaluasi lahan agar pemanfaatannya tetap sesuai dengan kondisi lingkungan serta daya dukung alam yang tersedia.

Prof. Zulkifli menjelaskan bahwa penggunaan lahan yang tidak terencana dapat menimbulkan berbagai persoalan lingkungan, mulai dari kerusakan tanah hingga menurunnya produktivitas sumber daya alam. Oleh sebab itu, pemanfaatan lahan harus dilakukan secara bijak dan berdasarkan kajian ilmiah yang matang.

Pentingnya Evaluasi dan Perencanaan Lahan

Dalam pemaparannya, Prof. Zulkifli menekankan bahwa tidak semua lahan cocok digunakan untuk berbagai jenis kebutuhan. Setiap wilayah memiliki karakteristik fisik, sosial, dan ekonomi yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan pengelolaan yang berbeda pula.

Karena itu, perencanaan penggunaan lahan harus dilakukan secara terintegrasi dengan mempertimbangkan berbagai aspek secara menyeluruh. Menurutnya, pembangunan yang hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan mengancam keberlanjutan generasi mendatang.

Beliau juga mencontohkan bahwa negara-negara maju telah menerapkan sistem evaluasi dan pemetaan lahan secara detail sebelum melakukan pembangunan. Pendekatan tersebut memungkinkan pemanfaatan lahan dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan tetap menjaga keseimbangan lingkungan.

Indonesia, menurut beliau, perlu mengarah pada sistem serupa agar pembangunan nasional tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas lingkungan hidup.

Masa Depan Ditentukan oleh Cara Mengelola Lahan

Pada akhirnya, materi yang disampaikan Prof. Zulkifli Nasution menegaskan bahwa masa depan pembangunan sangat ditentukan oleh bagaimana manusia memanfaatkan lahan hari ini. Pilihan dalam mengelola sumber daya alam akan menentukan apakah pembangunan hanya menghasilkan keuntungan sesaat atau mampu memberikan keberlanjutan bagi generasi mendatang.

Melalui pendekatan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan pengelolaan lahan yang tepat, pembangunan diharapkan tidak hanya menciptakan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan serta keberlangsungan kehidupan manusia di masa depan. (Saheel untuk Indonesia)