INDRAMAYU, lognews.co.id - Bimbingan Terpadu kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’had Al-Zaytun Angkatan 27 Tahun 1447 H / 2026 M berlangsung penuh semangat pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Menuju Transformasi Revolusioner Pendidikan Demi Terwujudnya Indonesia Modern di Abad 21 dan Usia 100 Tahun Kemerdekaan” tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pelajar menghadapi masa depan menuju Indonesia Emas 2045.
Sebanyak 194 pelajar Angkatan 28 dengan motto “Positif, Pinter, Kreatif” mengikuti kegiatan yang berisi penguatan akidah, akhlak, karakter, hingga pendidikan kontemporer berbasis nilai-nilai Al-Qur’an, Rasulullah SAW, dan Pancasila.
Pembukaan Khidmat dan Penyampaian Garis Besar Bimbingan
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza yang dilanjutkan dengan pengucapan Sapta Janji Dharma Bakti dalam tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris. Suasana berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat kebangsaan.
Pembukaan resmi dipandu oleh Ketua Majelis Guru, Drs. Purnomo, M.Pd., yang sekaligus menyampaikan garis-garis besar pelaksanaan Bimbingan Terpadu. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya pembinaan akidah dan akhlak sebagai pondasi utama pembentukan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan manusiawi.
Qira’ah dan Persiapan Menuju Indonesia Emas 2045
Materi sesi pertama disampaikan oleh Ustadz Hafidz Al Barzah, S.Pd.I., M.Pd., dengan tema “Terminologi Qira’ah secara Harfiyah dan Ma’nawiyah sebagai Dasar Pendidikan Kontemporer.”
Dalam pemaparannya, Ustadz Barzah mengajak para pelajar melakukan transformasi cara berpikir untuk menghadapi masa depan. Beliau membuka materi dengan konsep “Buku Harian Penjelajah Masa Depan, Misi Menuju Indonesia Emas 2045.”
Para pelajar diminta menghitung usia mereka ketika Indonesia memasuki tahun 2045 sebagai simbol kesiapan menjadi generasi emas bangsa.
Menurutnya, persiapan menuju Indonesia Emas harus dimulai dari budaya membaca atau qira’ah. Membaca dalam makna luas tidak hanya membaca tulisan, tetapi juga membaca alam, memahami situasi, serta mampu menjawab tantangan zaman.
“Tantangan pelajar di masa depan adalah monster era modern seperti gadget dan informasi hoax atau tidak penting,” ujar Ustadz Barzah.
Beliau menegaskan bahwa penggunaan gawai harus diatur dan dibimbing oleh orang tua agar pelajar tidak terpapar informasi negatif maupun konten yang tidak mendidik.
“Cara pencegah dari tantangan modern seperti gadget dan informasi hoax adalah penggunaan HP yang diatur dan dibimbing orang tua,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa lingkungan yang baik sangat memengaruhi pertumbuhan karakter pelajar. Menurutnya, Ma’had Al-Zaytun menjadi tempat yang ideal untuk melatih kemampuan pelajar agar mampu bergerak sesuai perkembangan zaman.
Interaksi Inspiratif dan Empat Warisan Nabi
Suasana materi semakin hidup ketika Ustadz Barzah mengajak salah satu pelajar MI Al-Zaytun Cibanoang bernama Nugi berdialog di depan forum.
“Cita-cita saya ingin menjadi dokter,” jawab Nugi saat ditanya mengenai impiannya.
Ketika ditanya bagaimana cara menggapai cita-cita tersebut, Nugi menjawab bahwa dirinya harus mempersiapkan ilmu melalui belajar, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. Jawaban tersebut langsung mendapat tepuk tangan dari para pelajar lainnya.
Dalam sesi berikutnya, Ustadz Barzah menjelaskan makna beberapa Asmaul Husna, seperti Al-Khaliq sebagai Yang Maha Menciptakan, Al-Muhaimin sebagai Yang Maha Memelihara dan Mengatur Alam Semesta, serta Al-Wahhab sebagai Yang Maha Memberikan Petunjuk dan Karunia tanpa balasan.
Beliau juga menjelaskan empat kekuatan super warisan nabi yang harus dimiliki generasi masa depan, yaitu:
- Fathanah, cerdas dan bersungguh-sungguh dalam belajar.
- Amanah, bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
- Siddiq, jujur dalam perkataan dan tindakan.
- Tabligh, berani menyampaikan ilmu dan kebenaran.
Keempat sifat tersebut, menurutnya, memiliki keterkaitan erat dengan Sapta Janji Dharma Bakti yang menjadi pedoman hidup pelajar Al-Zaytun, seperti disiplin, jujur, berani, hidup hemat, bertanggung jawab, mencintai lingkungan, dan pantang menyerah.
Standar Pelajar Hebat dan Kode Rahasia Perubahan
Dalam penyampaiannya, Ustadz Barzah juga menjelaskan standar pelajar hebat yang harus dimiliki generasi masa depan, yakni memiliki kekuatan spiritual dan sosial, pengetahuan luas, serta keterampilan bersosialisasi dan berkomunikasi.
Beliau mengingatkan bahwa kecanduan gadget sejak dini dapat menjadi ancaman serius bagi masa depan pelajar apabila tidak dikendalikan dengan baik.
“Kalau sejak dini sudah kecanduan gadget, akan bahaya di masa depan dan membuat malas. Tetapi jika disiplin dan mempersiapkan diri menuju Indonesia emas, akan menjadi orang hebat,” ujarnya.
Sebagai penutup materi, beliau menjelaskan makna Al-Qur’an Surat Ar-Ra’d ayat 11 mengenai perubahan yang harus dimulai dari diri sendiri.
“Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri,” jelasnya.
Beliau kemudian mengajak para pelajar membangun cita-cita melalui tiga langkah sederhana, yaitu bermimpi, menuliskan tujuan, dan melaksanakan langkah-langkah untuk mencapainya.
Menemukan Potensi Diri dalam Kehidupan Berasrama
Materi berikutnya disampaikan oleh Ustadz Iqbal Maulana, S.Pd., dengan tema “Aplikasi Qira’ah pada Pendidikan Kontemporer dalam Kehidupan Berasrama sesuai dengan Visi dan Misi Ma’had Al-Zaytun.”
Dalam pemaparannya, beliau menyebut para pelajar yang hadir sebagai calon pemimpin masa depan.
“Yang di depan saya ini adalah calon pemimpin di masa yang akan datang,” ujar Ustadz Iqbal.
Beliau menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki “kekuatan super” berupa potensi dan bakat yang berbeda-beda. Namun, tidak semua orang mampu menemukan dan menumbuhkan potensi tersebut.
Menurutnya, qira’ah tidak hanya dimaknai sebagai membaca tulisan, tetapi juga membaca alam dan memahami keadaan sekitar.
Ustadz Iqbal kemudian mengibaratkan pertumbuhan manusia seperti pohon yang memiliki akar, batang, dan buah. Ia menjelaskan bahwa potensi manusia hanya dapat tumbuh melalui lingkungan yang baik, kebiasaan yang baik, dan proses pertumbuhan yang benar.
“Ma’had Al-Zaytun bukan hanya pusat pendidikan, tetapi juga laboratorium kehidupan,” ungkapnya.
Beliau menjelaskan bahwa Unsyithoh Yaumiyyah atau kurikulum kehidupan di Al-Zaytun dirancang untuk membiasakan pelajar melakukan hal-hal baik secara disiplin dan berkesinambungan.
Potensi, lanjutnya, dapat tumbuh melalui tiga hal utama, yaitu kebiasaan baik, lingkungan yang tepat, dan proses pertumbuhan diri manusia.
Menutup materinya, Ustadz Iqbal menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh pelajar.
“Jangan berhenti menjadi benih yang tumbuh. Laksana pohon, kalian telah memiliki akar Al-Zaytun. Maka lanjutkan perjalananmu di MTs dan MA Al-Zaytun hingga tumbuh menjadi batang yang kokoh dan berbuah sebagai alumni yang bermanfaat bagi manusia,” pesannya.
Pendidikan Kontemporer Berbasis Akhlak Rasulullah dan Nilai Pancasila
Pada sesi kedua, para pelajar mendapatkan materi mengenai “Karakteristik Pendidikan Kontemporer dengan Perspektif Akhlak Terpuji Rasulullah SAW sebagai Landasan Membangun Masyarakat Sehat, Cerdas, dan Manusiawi” serta “Implementasi Karakteristik Pendidikan Kontemporer sesuai dengan Nilai Dasar Pancasila dalam Mewujudkan Masyarakat Sehat, Cerdas, dan Manusiawi.”
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian sertifikat penghargaan kepada pelajar Bimbingan Terpadu dan pelajar khataman Juz 30. Selain itu, turut dilaksanakan pembacaan Surat Ketetapan Kelulusan Pelajar Kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Ma’had Al-Zaytun Tahun Pembelajaran 2025-2026 sebelum akhirnya kegiatan ditutup dengan penggulungan acara. (Sahil untuk Indonesia)



