lognews.co.id, Indonesia — Kegiatan literasi praktik pertanian presisi dilakukan oleh pelajar kelas 10 melalui ekstrakurikuler pertanian Ma’had Al-Zaytun, dengan fokus pada pembelajaran teknis budidaya padi di lahan sawah sebagai bagian dari pembentukan karakter, ketelitian, dan kemandirian. (06/5/26).
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar terlibat langsung dalam proses penataan pematang sawah yang menjadi elemen penting dalam sistem pertanian presisi. Aktivitas ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menjadi sarana latihan kesabaran, kedisiplinan, dan ketepatan kerja, karena pematang yang rapi berpengaruh terhadap efisiensi air, pengendalian gulma, serta pencegahan gangguan hama seperti tikus.

Pelajar juga menerapkan pola tanam jajar legowo sebagai bagian dari pembelajaran budidaya padi modern, dengan pengaturan jarak tanam tertentu untuk meningkatkan produktivitas tanaman serta optimalisasi ruang tumbuh. Seluruh proses dilakukan dengan alat sederhana seperti cangkul dan tali ukur guna memastikan kerapian serta kesesuaian pola tanam.
Tahapan praktik meliputi pengolahan lahan melalui pembajakan, penggemburan tanah, hingga pelumpuran sebagai persiapan sebelum tanam. Sistem ini juga mengintegrasikan penggunaan pupuk organik sebagai bagian dari pendekatan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Kegiatan literasi pertanian ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang menekankan pemahaman menyeluruh terhadap siklus budidaya padi, sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya presisi dalam setiap tahap kerja di sektor pertanian.
(Amri-untuk Indonesia) Mendidik and membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah



