Saturday, 25 April 2026

Kunjungan Telkom ke Ma'had Al-zaytun: Al-Zaytun Pendidikan Berbasis IoT

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

lognews.co.id, Idramayu  – Ma'had Al-Zaytun terus memperkokoh posisinya sebagai pusat pendidikan dan pengembangan budaya toleransi dan perdamaian menuju masyarakat sehat, cerdas, dan manusiawi, sebagai lembaga Pendidikan yang mandiri karena dikelola secara swasta, kali ini menerima kunjungan silaturahim dari tim PT Telkom Indonesia guna bersilaturahim melalui pengenalan berbagai program yang ada di Telkom seperti Pendidikan yang berbasis teknologi dan pengembangan pembelajaran IoT (Internet of Things). Kunjungan ini difokuskan pada pemanfaatan kemajuan digital serta berbagai instrumen teknologi guna mengakselerasi kualitas pendidikan pelajar di era disrupsi.

Implementasi Kurikulum Novum Gradum LSTEAMS

Kunjungan diawali dengan sambutan dari Wakil Ketua Majelis Guru Al-Zaytun, Moch. Iqbal Aulia, S.Sos. beserta jajaran ustaz dan ustazah yang mewakili multidisiplin keilmuan, mulai dari bidang ekstrakurikuler pertanian, perkapalan, hingga pembelajaran teknologi masa depan seperti robotik dan pengkodingan. Ma'had Al-Zaytun telah menerapkan novum gradum kurikulum abad 21 LSTEAMS (Law, Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, and Spirituality). Sistem ini menuntut keterpaduan antara teori dan praktik. (23/4/26)

Perwakilan Telkom, Donald Romaldy Bartels (Kepala Kantor Indramayu ), Lendy Yolandavita (Account Manager). Irsyad Thoyib (Solution) , Salman Abdussalam (Product and Curriculum), Corvi Dipda Sumarauw (Product and Curriculum) dan Ikah (admin) dalam perjalanan berkeliling melihat ekosistem pendidikan yang tidak terputus di Ma'had Al-Zaytun dumulai dari gedung sekretariat, gedung pembelajaran, lahan praktikum kebun dan sawah pelajar ektrakurikuler pertanian, Workshop atau lokakarya pelajar ekstrakurikuler perkapalan hingga yang tidak kalah penting fabrikasi kayu dan fabrikasi besi serta Modern Rice Milling Plant (MRMP) yaitufasilitas pengolahan gabah canggih yang mengintegrasikan pengering (dryer) otomatis, mesin pengupas, pemutih, dan pemoles dalam satu sistem efisienrice mining mutakhir dengan silo berkapasitas 1000 ton gabah.

Sepanjang jalan ustaz Khairul Amri Pratama. S,Pd. Kepala Asrama (Mudabbir) menjelaskan berbagai gagasan besar Syaykh Al-Zaytun yang dituangkan secara nyata dan konsisten ditiap tempat yang sedang dikunjungi sehingga Tim Telkomsel mendapatkan pencerahan, hal ini direspon baik oleh Tim Telkomsel dengan menyatakan kekaguman terhadap kesiapan Al-Zaytun dalam mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) dan robotik ke dalam sektor produksi nyata. Kurikulum ini didesain untuk mencetak lulusan yang siap industri, melampaui standar sekolah menengah kejuruan pada umumnya.

 

Infrastruktur Modern dan Kemandirian Ekonomi

 

Delegasi Telkom melakukan observasi mendalam terhadap lingkungan kampus seluas ribuan hektare tersebut. Salah satu poin yang menarik perhatian adalah detail infrastruktur yang telah dipikirkan sejak berdiri pada tahun 1999. Jalan-jalan mulus dan penerapan prinsip estetika teknologi, seperti penempatan kabel bawah tanah yang tidak terlihat, menjadi bukti kemajuan manajemen fasilitas.

 

Filosofi kemandirian pangan di Al-Zaytun membuktikan bahwa institusi pendidikan mampu berdikari dalam memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Namun, dalam diskusi di ruang sekretariat, terungkap hambatan administratif terkait perizinan SMK yang masih terkendala faktor politik, meskipun seluruh jenjang pendidikan di bawah naungan Syaykh Al-Zaytun telah meraih predikat akreditasi A Unggul.

Tiga Kesadaran Filosofis dalam Praktik Perkapalan

Di sektor galangan kapal, kekaguman tim tamu kembali muncul saat melihat praktik pembelajaran yang memaksimalkan tiga kesadaran filosofis: ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Siswa tidak hanya berlatih membayangkan desain atau menggambar dengan AutoCAD, tetapi juga membuat purwarupa Mini RC hingga membangun kapal kayu berukuran besar.

Uniknya, Al-Zaytun memegang prinsip kelestarian alam yang ketat; mereka hanya menggunakan kayu dari pohon yang telah tumbang secara alami atau dibantu alam. Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa pohon memiliki hak untuk hidup sebagaimana manusia.

Gagasan Revolusioner Syaykh untuk Masa Depan Indonesia

Momen puncak kunjungan terjadi saat pertemuan tidak terduga dengan Syaykh Al-Zaytun di depan pintu keluar Gedung Al-Ishlah. Dalam pertemuan singkat namun sarat makna tersebut, Syaykh kembali menekankan gagasan revolusionernya untuk mengubah wajah Indonesia melalui pendidikan.

Syaykh mengusulkan agar pemerintah membangun 500 titik pusat pendidikan di seluruh Indonesia dengan masing-masing luas lahan mencapai 3.000 hektare. Gagasan ini bertujuan menciptakan pemerataan kualitas SDM dan ketahanan pangan nasional menuju 100 tahun usia kemerdekaan Indonesia. Melalui sistem dormitory (asrama) dan transformasi kurikulum LSTEAMS, Syaykh bervisitas bahwa Indonesia dapat mencapai kedaulatan penuh di berbagai sektor.

Komitmen Kolaborasi Teknologi dan Pendidikan

Menanggapi visi tersebut, tim PT Telkom menyatakan kesiapan untuk mempererat silaturahim dan kerja sama yang lebih luas. Donald Romaldy Bartels berharap kolaborasi ke depan dapat mempertajam konsep pendidikan modern Al-Zaytun melalui peningkatan skill dan knowledge tenaga pendidik maupun siswa.

"Kami ingin membantu Al-Zaytun tidak hanya di bidang konektivitas internet, tetapi pada fokus utamanya yaitu dunia pendidikan. Keahlian Telkom di bidang robotik dan IoT diharapkan mampu membawa Al-Zaytun menjadi lebih baik lagi di bidang teknologinya," ujar Muhammad Irsyad Thoyib.

Pihak Telkom berencana kembali berkunjung dengan membawa rombongan pimpinan tertinggi dari Telkom Regional untuk mematangkan konsep sinergi antara teknologi digital dan ekosistem pendidikan mandiri yang telah dibangun di Ma'had Al-Zaytun. (Amri-untuk Indonesia)