Monday, 16 March 2026

Kolaborasi Tutor PKBM Al Zaytun dan PIP: Harmoni Keluarga dalam Balutan Safari Ramadhan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Oleh: Syamsiyah, S.Pd.

lognews.co.id, Imdramayu - Senja Ramadhan selalu membawa pesan yang lembut: tentang keluarga, kebersamaan, dan hati yang kembali disatukan oleh nilai-nilai kebaikan. Di sebuah rumah sederhana di Blok Kiarakurung, Gantar, Kamis (12/3/2026), suasana itu terasa begitu hidup. Puluhan ibu berkumpul dalam satu majelis penuh kehangatan. Mereka datang bukan sekadar menghadiri acara, tetapi untuk belajar bersama tentang bagaimana merawat keluarga agar tetap harmonis di tengah dinamika kehidupan.

Paguyuban Istri Peduli (PIP) menggelar Safari Ramadhan yang kali ini mempertemukan warga Blok Kiarakurung, Sarkamal, dan Nambo. Momentum ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus edukasi, tempat para ibu saling berbagi pengalaman, memperkaya wawasan, dan memperkuat peran mereka sebagai pilar keluarga.

lognews.co.id foto 36 kebersamaan pkbm

(Materi Parenting, Ibu Umu Mutiah, S.Psi.)

Menata Hati, Menguatkan Kebersamaan

Kegiatan diawali dengan istighosah yang dipimpin oleh Ibu Sarjini, alumni PKBM Al-Zaytun. Doa-doa yang dilantunkan menghadirkan suasana khidmat dan menenangkan, seolah mengingatkan bahwa setiap ikhtiar memperbaiki keluarga harus dimulai dengan membersihkan hati.

Usai doa bersama, Penanggung Jawab Blok Kiarakurung, Ibu Sri Andajani, S.Pd, menyampaikan sambutan hangat. Ia menyambut kedatangan para pemateri dari tim Pendidikan PIP yang datang dari berbagai tempat dengan penuh semangat.

“Kehadiran ibu-ibu semua adalah kekuatan kita bersama. Semoga pertemuan ini membawa manfaat untuk keluarga dan lingkungan kita,” ujarnya.

PIP dan Ikhtiar Kemandirian Perempuan

Mewakili Ketua PIP, Ibu Sri Wahyuni, S.Pd, yang berhalangan hadir karena tugas, Syamsiyah, S.Pd menyampaikan sejumlah program pengembangan PIP ke depan. Beberapa agenda yang direncanakan antara lain kegiatan halal bihalal PIP yang dirangkaikan dengan rekreasi bersama di kolam renang Trisi, serta pengembangan ekonomi melalui bazar produk ibu-ibu PIP.

Produk yang dipamerkan nantinya berasal dari kreativitas anggota, mulai dari olahan makanan, kerajinan tangan, hasil panen, hingga produk peternakan. Selain itu, PIP juga merencanakan pengembangan seni musik angklung sebagai sarana ekspresi budaya sekaligus mempererat kebersamaan.

Paparan tersebut disambut antusias oleh para peserta.

“Semoga semua program berjalan lancar ya ibu-ibu,” ujar Syamsiyah menutup penjelasan.

“Aamiin… Alhamdulillah,” sahut para ibu serempak.

Koperasi sebagai Pilar Kesejahteraan

Arahan berikutnya disampaikan oleh Ibu Dewi Asih Nusantari, pembina PIP sekaligus representatif Kodeko dari unsur istri-istri karyawan Al-Zaytun.

lognews.co.id foto 34 ibu ibu materi pkbm

(Sambutan Representatif Kodeko sekaligus Pembina PIP, Ibu Dewi Asih Nusantari, S.Sos)

Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya koperasi sebagai pilar kemandirian ekonomi warga. Ia juga menyampaikan hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSU yang telah dilaksanakan sebelumnya, serta rencana sembilan program unggulan yang akan dijalankan ke depan.

“Jika kita kuat dalam kebersamaan, maka kesejahteraan juga akan lebih mudah diwujudkan,” ujarnya.

Pemaparan tersebut disambut dengan wajah-wajah penuh optimisme dari para peserta.

Parenting: Menguatkan Pondasi Rumah Tangga

Memasuki acara inti, Ibu Umi Umutiah, tutor PKBM Al-Zaytun, menyampaikan materi parenting dengan gaya santai namun menyentuh realitas kehidupan rumah tangga.

Ia mengangkat berbagai persoalan yang sering terjadi dalam keluarga sehari-hari. Diskusi semakin hidup ketika para peserta diminta memberikan solusi terhadap beberapa studi kasus yang dipaparkan.

Beragam pandangan muncul dari para ibu, mencerminkan pengalaman hidup dan pola pikir masing-masing. Diskusi itu tidak hanya memantik tawa, tetapi juga membuka ruang refleksi bersama.

Dalam pemaparannya, Umi Umutiah juga menegaskan pentingnya memahami hak dan kewajiban suami-istri yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman membangun rumah tangga yang harmonis.

Bahasa Kasih dalam Rumah Tangga

Materi penutup disampaikan oleh Ibu Maryuni, S.Pd yang mengangkat tema “Bahasa Kasih dalam Rumah Tangga.”

Dengan gaya penyampaian yang ringan dan penuh humor, ia menjelaskan bahwa setiap pasangan memiliki cara berbeda dalam mengekspresikan kasih sayang. Memahami bahasa kasih pasangan, menurutnya, menjadi kunci penting agar suami-istri dapat saling melengkapi.

“Komunikasi yang tepat adalah pintu kebahagiaan rumah tangga,” ujarnya sambil berbagi kisah-kisah nyata yang sarat hikmah.

Tawa para peserta beberapa kali pecah, namun di balik canda itu tersimpan pelajaran berharga tentang bagaimana menjaga keharmonisan keluarga.

Ramadhan: Momentum Memperkuat Keluarga

Seluruh rangkaian kegiatan yang komunikatif ini didokumentasikan oleh Nurrohmah, A.Ma.Ph, tutor PKBM Al-Zaytun. Safari Ramadhan di Kiarakurung menjadi blok terakhir dalam rangkaian kegiatan PIP tahun ini.

Namun lebih dari sekadar agenda tahunan, Safari Ramadhan menghadirkan pesan yang lebih dalam: bahwa keluarga yang kuat lahir dari kesadaran bersama tentang hak, kewajiban, serta kasih sayang yang terus dipelihara.

Di bulan Ramadhan, ketika hati lebih mudah disentuh oleh nilai-nilai kebaikan, pertemuan sederhana seperti ini menjadi pengingat bahwa harmoni keluarga adalah fondasi bagi masyarakat yang lebih baik.

Dan dari rumah-rumah sederhana di desa, semangat itu terus tumbuh, pelan namun pasti. Alhamdulillah. (Amri-untuk Indonesia)

Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah