Sunday, 15 March 2026

Proyek Riset Syaykh Al-Zaytun dan Pelajar Padi PKT 1425 Mulai Panen

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Indramayu  – Rasa syukur menyertai panen perdana padi jenis PKT 1425 yang dilakukan para pelajar kelas X dalam kegiatan ekstrakurikuler pertanian di Ma'had Al-Zaytun. Panen tersebut berlangsung di lahan Paku, kawasan sawah praktikum pendidikan ekstrakurikuler pertanian Al-Zaytun pada momen Ramadan 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar melaksanakan pembelajaran melainkan bagian dari proyek riset pertanian terintegrasi yang melibatkan siswa secara langsung dalam pengembangan ketahanan pangan melalui bibit unggul padi PKT 1425 sekaligus menanamkan kesadaran kepada para siswa untuk mencintai Indonesia melalui kecintannya terhadap dunia agraris sejak dini.

Program ekstrakurikuler pertanian mendapatkan bimbingan tenaga pendidik kompeten dan pengawasan langsung dari Syaykh Al-Zaytun, Panji Gumilang yang menyediakan fasilitas Pendidikan lengkap dalam ekosistem Pendidikan yang tidak terputus dan menghadirkan varietas padi unggul PKT 1425 singkatan dari Padi Kalimatun Tayyibah yang merujuk pada filosofi Surat Ibrahim ayat 25 tentang kemanfaatan yang berkelanjutan.

lognews.co.id foto 27 panen kt

Namun, layaknya sebuah penelitian, hasil di lapangan memberikan kejutan edukatif bagi para pelajar. Dalam wawancara di kanal LognewsTV bersama wartawan senior Handy Nasty, dua pelajar peneliti, Syahab Alfi Karim dan Najma Faridatul, membeberkan dinamika riset mereka. Secara teori, padi PKT 1425 diproyeksikan mampu dipanen pada usia 75 hari, namun pada praktiknya, panen baru terlaksana di usia 91 hari.

Keterlambatan ini menjadi poin penting dalam laporan riset mereka. Para siswa mengidentifikasi adanya kendala teknis, terutama pada proses pada masa tanam yang rawan mendapat gangguan dari hewan.

 "Ada bibit yang mati di awal masa tanam dan harus disulam kembali. Keterlambatan di tahap inilah yang memicu mundurnya waktu panen dari target awal," ungkap Syahab Alfi Karim saat menjelaskan temuan evaluasi di lapangan.

Syahab yang terinspirasi dari profesi ayahnya yang juga sebagai petani di Kuningan untuk itu dengan adanya berbagai tantangan Praktikkum di ladang dan sawah serta menggali ilmu di kelas membuatnya ingin melakukan yang terbia dengan tidak menyiakan pengorbanan orang tua yang menyekolahkannya membuatnya bercita cita untuk berkuiah di Universitas IPB Bogor dan menjadi pahlawan nasional dibidang pangan

Sama halnya dengan Syahab, Farida atau biasa dipanggil Rida juga berterimakasih kepada orangtua yang mendukung pilihannya di ekstrakurikuler pertanian Ma’had Al-Zaytun dan bertekad memperbanyak bekal keilmuan agar bisa meneruskan orangtua untuk menanam berbagai prodak ketahanan pangan,

Tantangan alam dan uji coba berbagai penemuan menjadi guru bagi para petani milenial, meskipun begitu para siswa mengaku mendapatkan pengalaman tak ternilai yang tidak mungkin didapatkan di luar Al-Zaytun dengan pembimbing dan lahan yang mumpuni untuk mendukung pertanian Indonesia.

lognews.co.id foto 24 giat panen pkt

Giat panen perdana padi penelitian PKT 1425 membuat pelajar Al-Zaytun menghargai arti ketekunan, kesabaran, dan tanggung jawab dalam menjaga rantai produksi pangan terutama untuk pasokan beras didalam Ma’had Al-Zaytun mewujudkan kemandirian pangan berbasis pendidikan.

Melalui sinergi teori dan praktik ini, Ma'had Al-Zaytun berupaya menghantarkan generasi baru yang melek teknologi pertanian. Pengalaman siswa seperti menunjukkan bahwa sektor pertanian jika dikelola dengan riset dan teknologi, bisa menjadi profesi yang prestisius. (Amri-untuk Indonesia)