Monday, 30 March 2026

Asal-Usul Bahasa Jawa Indramayu Lestari di Pesisir Utara Jawa Barat

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Kota — Bahasa Jawa Indramayu merupakan dialek konservatif yang mempertahankan kosakata kuno, hasil perpaduan Jawa dan Sunda, dituturkan di Indramayu, sebagian Subang, dan Karawang, serta merupakan turunan Bahasa Jawa Pertengahan dengan kesamaan dialek kulonan. (27/3/26)

Dialek ini menggunakan fonem ‘a’ jelas, konsonan akhir ‘k’ tegas, dan ‘d’ diucapkan mirip Bahasa Sunda, berbeda dengan dialek Jawa Baku Solo-Yogyakarta yang melunak, serta tetap mempertahankan kosakata kuno seperti reang, bobat, miyang, ncak, manjing, pragat, toli, ngorong, belih, dan kuwu.

Sebagian wilayah seperti Lelea dan Kandanghaur juga menggunakan bahasa Sunda fase lama, sedangkan Anjatan, Cikedung, Gantar, Haurgeulis, dan Terisi memakai bahasa Sunda fase baru, namun masyarakat tetap dapat berkomunikasi lintas bahasa dengan lancar.

Sejarah bahasa ini erat dengan Arya Wiralodra, pendiri Indramayu, keturunan Adipati Bagelen Jawa Tengah, yang dikenal gagah berani, memiliki pusaka Cakra Udaksana, dan menjadi tonggak awal digunakannya bahasa Jawa di Indramayu.

Peninggalan Arya Wiralodra beserta keturunannya terus dirawat dan direvitalisasi, membuktikan keberlangsungan budaya dan bahasa yang menjadi kebanggaan masyarakat Indramayu. (Amri-untuk Indonesia)