Lognews201.com, Jakarta-Imbas kenaikan harga BBM bersubsidi pada Sabtu (3/9/2022) menyulut kemarahan masyarakat, Seperti Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) telah membuat pernyataan bahwa akan mengerahkan 2.000 kadernya dari seluruh daerah untuk berdemonstrasi di Istana Negara besok, Senin (5/9/2022).
Pemerintah yang menaikkan harga BBM bersubsidi ini, menurut Ketua Umum PB PMII Abdullah Syukri sangat disayangikan karena dinilai kebijakan tersebut tidak memperhatikan kondisi masyarakat dan dirinya menegaskan bahwa PB PMII akan terus mengawal kenaikan harga BBM hingga keputusan dicabut.
“Kami akan serempak turun aksi ke jalan di berbagai daerah. Kami tidak segan juga akan turun aksi di depan Istana dan mengerahkan 2.000 kader dari seluruh Indonesia,” ujar Abdulllah
Dilansir dari laman kompas.com, Seluruh Pengurus Koordinator Cabang dan Pengurus Cabang PMII di seluruh Indonesia telah berkoordinasi PB PMII untuk aksi demonstrasi ini.
Ia mengingatkan pemerintah agar semestinya mengeluarkan kebijakan berdasarkan pertimbangan yang matang dan menyeluruh. Sebab, kenaikan harga BBM akan mempengaruhi berbagai sektor yang sangat luar biasa bagi kehidupan masyarakat dari tingkat atas hingga bawah.
Menurut Abdullah, pemerintah seharusnya tidak sembrono menaikkan harga BBM. Besaran upah buruh, kualitas fasilitas publik, dan fasilitas kesehatan saat ini berbanding terbalik dengan kenaikan harga BBM.
Abdullah mengatakan bahwa jika pemerintah membandingkan harga BBM di Indonesia dengan negara lain, harusnya upah buruh, fasilitas kesehatan dan fasilitas publik juga harus diperbaiki terlebih dahulu.
Sementara dari pernyataan Jokowi, Menurutnya, keputusan tersebut merupakan langkah terakhir yang diambil pemerintah karena menghadapi situasi yang sulit.
Adapun BBM yang mengalami kenaikan antara lain, Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Kemudian, solar menjadi Rp 6.800 dari harga sebelumnya Rp 5.150 per liter.
Kemudian, Pertamax dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter.
Jokowi dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (3/9) mengatakan bahwa pemerintah telah berupaya sekuat tenaga untuk melindungi rakyat dari gejolak harga minyak dunia. (Dunkz)


