Saturday, 05 September 2026

BNPB Catat Rentetan Bencana di Berbagai Wilayah Indonesia dalam 24 Jam, Karhutla Masih Mendominasi

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Jakarta, LogNews – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan rangkaian kejadian bencana yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia dalam kurun waktu 24 jam, mulai Rabu, 2 September hingga Kamis, 3 September 2026 pukul 07.00 WIB. Informasi tersebut disampaikan melalui laporan resmi yang diunggah BNPB di akun Facebook resminya.

Dalam laporan tersebut, BNPB mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi bencana yang paling banyak terjadi, disusul cuaca ekstrem di Sumatera Utara dan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Surakarta. Penanganan dilakukan secara terpadu oleh BPBD bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga relawan di masing-masing wilayah.

Karhutla Terjadi dari Aceh hingga Maluku Utara

BNPB mencatat karhutla terjadi di sejumlah provinsi, mulai dari Aceh, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, hingga Maluku Utara. Luas lahan yang terbakar bervariasi, mulai sekitar 1 hektare hingga lebih dari 17 hektare di beberapa lokasi. Penyebab kebakaran di sebagian besar wilayah masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.

Di Kalimantan Timur, Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi salah satu wilayah dengan dampak terluas, yakni sekitar 17,49 hektare lahan terbakar. Sementara di Kota Batu, Jawa Timur, kebakaran hutan di kawasan Gunung Butak menghanguskan sekitar 15 hektare lahan dan sempat menyebabkan jalur pendakian Gunung Panderman, Butak, serta Bokong ditutup sementara hingga proses pemadaman selesai.

BNPB menyebut sebagian besar titik api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan, meski di beberapa wilayah, seperti Kutai Kartanegara, proses pemadaman sempat terkendala kondisi lahan gambut dan akses menuju lokasi kebakaran.

Cuaca Ekstrem Terjang Deli Serdang

Selain karhutla, BNPB juga melaporkan bencana cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Peristiwa tersebut berdampak pada lima desa di Kecamatan Beringin dan Kecamatan Tanjung Morawa.

Berdasarkan hasil kaji cepat sementara, sebanyak 34 kepala keluarga atau 123 jiwa terdampak. Satu orang dilaporkan mengalami luka-luka, sementara sejumlah rumah mengalami kerusakan dengan rincian sembilan rumah rusak berat, delapan rumah rusak sedang, dan 17 rumah rusak ringan. Satu fasilitas pendidikan juga ikut terdampak.

Kebakaran TPA Putri Cempo Masih Ditangani

Di Kota Surakarta, Jawa Tengah, kebakaran melanda TPA Putri Cempo sektor Blok B di Kecamatan Jebres. Api membakar area seluas sekitar 2,17 hektare dan hingga laporan BNPB diterbitkan, proses pemadaman masih terus berlangsung.

Penanganan melibatkan empat unit mobil pemadam, tiga mobil tangki suplai, serta dukungan armada dari BPBD Karanganyar dan Boyolali. BNPB juga mencatat kebutuhan mendesak di lokasi berupa logistik, air mineral, masker, dan obat tetes mata bagi petugas maupun warga terdampak.

BNPB Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Melalui laporan resminya, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama di daerah yang masih berstatus Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar.

BNPB juga mengingatkan masyarakat di wilayah rawan gempa bumi dan cuaca ekstrem agar mengenali jalur evakuasi, memperkuat bangunan tempat tinggal, dan selalu mengikuti informasi resmi dari BPBD maupun BMKG guna meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian material.

SUMBER RESMI BNPB

 

(Saheel untuk Indonesia)