Saturday, 05 September 2026

Prabowo Resmikan dan Groundbreaking 14 Proyek PLTS 5,3 GW, Tahap Awal Program 100 Gigawatt Energi Surya Nasional

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Lognews.co.id – Pemerintah Indonesia memulai langkah besar dalam pengembangan energi baru terbarukan melalui peluncuran dan groundbreaking 14 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas 5,3 gigawatt (GW). Peresmian proyek tersebut dilakukan Presiden Prabowo Subianto sebagai tahap awal dari program pembangunan PLTS nasional berkapasitas 100 GW yang ditargetkan terealisasi dalam tiga tahun ke depan.

Program ini menjadi salah satu proyek energi bersih terbesar yang pernah dijalankan Indonesia. Sebanyak 14 proyek PLTS dibangun di sejumlah wilayah strategis yang menjadi pusat populasi, industri, dan kawasan kepulauan, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyebut proyek tahap awal berkapasitas 5,3 GW tersebut menjadi proyek tenaga surya terbesar yang sedang dibangun di dunia. Kapasitas tersebut melampaui proyek tenaga surya yang saat ini sedang berjalan di Uni Emirat Arab dengan kapasitas 5,2 gigawatt peak (GWp).

Nilai investasi pada tahap pertama mencapai sekitar 7,7 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp135 triliun. Selain memperluas pemanfaatan energi surya, proyek ini diproyeksikan mampu memberikan penghematan anggaran negara hingga Rp4,6 triliun setiap tahun melalui pengurangan subsidi energi.

PLTS Dibangun di Sejumlah Wilayah Strategis

Pembangunan tahap awal tersebar di enam provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau. Pemilihan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan potensi energi surya, kebutuhan listrik, serta pengembangan kawasan industri dan masyarakat.

Selain pembangunan PLTS skala besar, pemerintah juga mulai mengimplementasikan konsep PLTS 1 Megawatt per desa. Program tersebut telah dimulai di Pulau Sembur, Kepulauan Riau, yang sebelumnya belum memiliki akses listrik memadai.

Melalui pembangunan PLTS lengkap dengan sistem penyimpanan energi, masyarakat di pulau tersebut kini dapat memanfaatkan listrik untuk berbagai aktivitas produktif. Infrastruktur energi tersebut mendukung kebutuhan nelayan dan koperasi melalui fasilitas cold storage hingga mesin pembuat es (ice maker), sehingga hasil tangkapan ikan dapat disimpan lebih lama dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Dukung Ketahanan Energi dan Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja

Program PLTS 100 GW diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak transformasi energi nasional. Pemerintah memperkirakan inisiatif ini mampu menghemat subsidi energi hingga Rp73,9 triliun per tahun serta menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja di berbagai sektor, mulai dari konstruksi, manufaktur, hingga operasional dan pemeliharaan pembangkit.

Total investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan program 100 GW mencapai sekitar Rp1.140 triliun. Investasi tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan industri energi terbarukan dalam negeri sekaligus menarik masuk investasi global pada sektor teknologi bersih dan infrastruktur.

Pengembangan PLTS secara masif juga dipandang sebagai langkah strategis untuk mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) dan LPG, sehingga dapat memperbaiki neraca transaksi berjalan Indonesia serta memperkuat kemandirian energi nasional.

Daftar 14 Proyek PLTS Tahap Pertama

Sebanyak 14 proyek PLTS yang menjadi tahap awal program nasional tersebut meliputi:

  1. PLTS Tembesi, Kepulauan Riau.
  2. PLTS Pulau Sembur, Kepulauan Riau.
  3. PLTS Pulau Rengit, Kepulauan Bangka Belitung.
  4. PLTS Saguling, Jawa Barat.
  5. PLTS Purwakarta, Jawa Barat.
  6. PLTS Jatiluhur, Jawa Barat.
  7. PLTS Cirata, Jawa Barat.
  8. PLTS Jatigede, Jawa Barat.
  9. PLTS Waduk Gajah Mungkur, Jawa Tengah.
  10. PLTS Karangkates, Jawa Timur.
  11. PLTS Madura, Jawa Timur.
  12. PLTS Pasuruan, Jawa Timur.
  13. PLTS Banyuwangi, Jawa Timur.
  14. PLTS Site Gilimanuk, Bali.

 

Melalui pembangunan 14 proyek tersebut, pemerintah menandai dimulainya transformasi besar menuju pemanfaatan energi surya sebagai salah satu sumber energi utama Indonesia. Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mewujudkan ketahanan energi, mempercepat transisi menuju energi bersih, dan mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. (Saheel untuk Indonesia)