Friday, 28 August 2026

Doa Deklarasi Prophetik dan Tiup Terompet Shofar Warnai Peringatan 1 Syuro 1448 H di Al-Zaytun

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

INDRAMAYU, lognews.co.id – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 1 Syuro di Masjid Rahmatan Lil'Alamin, Mahad Al-Zaytun, Selasa (16/6/2026), berlangsung dengan nuansa yang berbeda. Kegiatan tersebut diwarnai dengan Doa Deklarasi Prophetik dan Tiup Sangkakala Transformasi Indonesia Jaya, Indonesia Raya yang diikuti oleh 19 jemaat Komunitas Pasundan Menyembah yang dipimpin oleh Pdt. Ir. Danny Supangat.

Acara berlangsung dalam suasana penuh persaudaraan, toleransi, dan semangat kebangsaan. Para peserta memanjatkan doa bagi kemajuan bangsa Indonesia, keberlangsungan program-program strategis Al-Zaytun, serta kesembuhan Syaykh Panji Gumilang yang saat ini tengah menjalani perawatan kesehatan.

Masjid sebagai Ruang Persaudaraan Kemanusiaan

Dalam sambutannya, Pdt. Danny Supangat menegaskan bahwa fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan kemanusiaan yang memperkuat persatuan dan perdamaian.

Menurutnya, keyakinan dan cara beribadah merupakan hak setiap individu yang tidak dapat diseragamkan. Karena itu, yang terpenting adalah membangun sikap saling menghormati dan menjaga hubungan persaudaraan antarsesama manusia.

"Keimanan kepada Tuhan dan cara beribadah tidak dapat diseragamkan. Semua kembali kepada keyakinan yang dianut masing-masing. Yang terpenting adalah bagaimana kita saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan membangun kehidupan yang damai," ujarnya.

Danny mengungkapkan bahwa hubungan dirinya dengan keluarga besar Al-Zaytun telah terjalin erat sejak tahun 2023. Bahkan di luar kegiatan resmi, ia kerap berkunjung ke Al-Zaytun hampir setiap akhir pekan dan mengajak berbagai kalangan untuk mengenal lebih dekat lembaga pendidikan tersebut.

"Ini bukan sekadar hubungan organisasi, tetapi sudah menjadi keterhubungan batin. Saya selalu merasa mendapatkan energi, inspirasi, dan semangat baru setiap kali datang ke Al-Zaytun," tuturnya.

Dukungan terhadap Grand Design Pendidikan Nasional

Pada kesempatan tersebut, Danny juga menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program strategis Al-Zaytun, termasuk gagasan pembangunan sekolah berbasis LSTEAMS (Law, Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Spirituality) di 500 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Menurutnya, gagasan tersebut menunjukkan keberanian berpikir jauh ke depan dalam mempersiapkan generasi masa depan bangsa.

"Program seperti ini idealnya lahir dari tingkat kepemimpinan nasional. Namun Al-Zaytun selalu berani berpikir out of the box. Banyak pemikiran Syaykh Panji Gumilang yang melampaui zamannya dan berorientasi pada masa depan bangsa," katanya.

Ia juga mendoakan agar Al-Zaytun terus diberikan kekuatan dalam menjalankan berbagai program pendidikan dan pengembangan masyarakat.

Inspirasi Pendidikan dari Syaykh Panji Gumilang

Danny mengaku banyak mendapatkan inspirasi dari Syaykh Panji Gumilang, termasuk dalam hal pengembangan kapasitas diri melalui pendidikan.

Ia menceritakan bahwa dorongan untuk melanjutkan pendidikan magister yang selama bertahun-tahun tertunda akhirnya terwujud setelah mengenal lebih dekat sosok Syaykh Panji Gumilang.

"Saya ini anak seorang pendeta senior di Bandung dan lulusan Teknik ITB. Orang tua saya sejak lama mendorong saya untuk melanjutkan kuliah S2, tetapi selalu saya tunda. Setelah mengenal Syaykh Panji Gumilang, semangat itu muncul kembali. Sekarang saya sedang menjalani pendidikan S2. Ini salah satu inspirasi yang saya dapatkan dari beliau," ujarnya.

Saat ini, cakupan pelayanan Danny juga semakin luas.

"Dulu saya dikenal sebagai Ketua Pasundan Menyembah. Sekarang saya berada pada level Indonesia Menyembah. Saya berkeliling ke berbagai provinsi untuk berdoa bagi kemajuan bangsa dan kemajuan Al-Zaytun," katanya.

Makna Tiup Sangkakala dalam Deklarasi Prophetik

Salah satu momen yang menarik perhatian dalam kegiatan tersebut adalah ketika Danny membawa sebuah sangkakala dan meniupkannya sebagai bagian dari deklarasi doa bersama.

Dalam tradisi kenabian yang dipahami sebagian kalangan Kristen, sangkakala merupakan simbol panggilan ilahi, kebangkitan semangat, kewaspadaan, persatuan umat, serta penanda dimulainya sebuah era baru.

Tiupan sangkakala dalam kegiatan ini bukan dimaknai sebagai unsur mistis, melainkan sebagai simbol seruan moral dan spiritual agar manusia kembali kepada nilai-nilai kebenaran, persatuan, dan pengharapan.

Dalam konteks peringatan 1 Syuro 1448 H di Al-Zaytun, tiupan sangkakala dimaknai sebagai seruan untuk membangkitkan semangat transformasi bangsa menuju Indonesia yang lebih maju, mandiri, damai, dan berkeadilan.

Doa Deklarasi Prophetik untuk Masa Depan Indonesia

Doa Deklarasi Prophetik yang dipanjatkan dalam kegiatan tersebut tidak hanya berisi permohonan kepada Tuhan, tetapi juga merupakan pernyataan iman, harapan, dan komitmen moral terhadap masa depan bangsa.

Deklarasi tersebut menjadi ungkapan keyakinan bahwa Indonesia memiliki masa depan yang besar apabila seluruh elemen bangsa mampu bersatu, mengembangkan pendidikan, memperkuat karakter kebangsaan, serta menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas.

Tema peringatan "Memperkokoh Persatuan Demi Mewujudkan Kemandirian Bangsa dalam Menghadapi Tantangan Global" dinilai sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini yang membutuhkan kekuatan persatuan nasional di tengah dinamika dunia yang terus berubah.

Toleransi dan Perdamaian yang Dikerjakan, Bukan Sekadar Diperbincangkan

Kehadiran jemaat Pasundan Menyembah di Masjid Rahmatan Lil'Alamin kembali menunjukkan bahwa semangat toleransi di Al-Zaytun tidak berhenti pada slogan atau narasi simbolik.

Nilai tersebut diwujudkan melalui keterbukaan ruang dialog, penghormatan terhadap perbedaan keyakinan, serta kerja sama lintas iman dalam membangun perdamaian dan persaudaraan kebangsaan.

Bagi sebagian pihak, pemandangan umat berbeda keyakinan berkumpul, berdoa, dan saling mendoakan di lingkungan masjid mungkin terlihat tidak biasa. Namun bagi Al-Zaytun, hal tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan persaudaraan kemanusiaan yang melampaui sekat-sekat identitas tanpa menghilangkan keyakinan masing-masing.

Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Ustadz Ahmad Fauzi Abdul Halim

Dalam kesempatan yang sama, Danny turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ustadz Ahmad Fauzi Abdul Halim yang dikenal sebagai salah satu sahabat dekat Syaykh Panji Gumilang.

"Kami turut berduka cita. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya," ucapnya.

 

Peringatan 1 Syuro 1448 H di Al-Zaytun pun menjadi momentum yang tidak hanya memperingati pergantian tahun baru Islam, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya persatuan, pendidikan, toleransi, dan perdamaian sebagai fondasi menuju Indonesia Jaya dan Indonesia Raya. (Husna untuk Indonesia)