Friday, 28 August 2026

Pejuang Pendidikan Indonesia Raya Berpulang, Ust. Abi AF Abdul Halim Bin Mursidi Tinggalkan Jejak Pengabdian Tak Terlupakan

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

INDRAMAYU, lognews.co.id – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Ma'had Al-Zaytun, Masjid Rahmatan Lil 'Alamin, serta para sahabat perjuangan pendidikan Indonesia Raya. Ust. Abi AF Abdul Halim bin Mursidi, sahabat dekat Syaykh Al-Zaytun yang telah puluhan tahun membersamai berbagai ikhtiar pembangunan pendidikan Indonesia, berpulang ke rahmatullah.

Almarhum yang lahir pada 14 Maret 1957 dikenal sebagai sosok pengabdi yang mengabdikan sebagian besar perjalanan hidupnya untuk pendidikan, kemanusiaan, dan pembangunan peradaban bangsa. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan seluruh pihak yang pernah mengenal serta bekerja bersama dirinya.

Bagi kalangan yang dekat dengannya, Ust. Abi AF Abdul Halim bukan sekadar rekan seperjuangan. Ia merupakan sahabat setia yang turut membersamai berbagai gagasan besar Syaykh Al-Zaytun, termasuk perjuangan mewujudkan Grand Design 500 Titik Pusat Pendidikan Indonesia Abadi. Kesetiaan, keteguhan, dan konsistensinya dalam memperjuangkan pendidikan menjadikan dirinya salah satu figur yang dihormati oleh banyak kalangan.

Semangat belajar almarhum juga tidak pernah surut meski usia terus bertambah. Hingga akhir hayatnya, ia masih aktif menempuh Program Doktor Ilmu Hukum, sebuah ikhtiar yang menunjukkan keyakinannya bahwa pendidikan merupakan proses pembelajaran sepanjang hayat.

Mewakafkan Diri untuk Pendidikan dan Bangsa

Sepanjang hidupnya, Ust. Abi AF Abdul Halim dikenal sebagai pribadi yang mewakafkan tenaga, pikiran, dan waktunya bagi kepentingan bangsa melalui jalur pendidikan. Baginya, pendidikan bukan sekadar sarana transfer ilmu pengetahuan, melainkan jalan untuk membangun manusia Indonesia yang berkarakter, berdaya saing, dan berkeadaban.

Dedikasi tersebut diwujudkan melalui berbagai peran dan amanah yang dijalankannya. Salah satunya sebagai Sekretaris Lembaga Kesejahteraan Masjid Rahmatan Lil 'Alamin, lembaga yang berperan dalam berbagai kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta pelayanan kemaslahatan umat.

Di lingkungan pengabdiannya, almarhum dikenal sebagai sosok yang tenang, rendah hati, dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Ia lebih banyak bekerja dalam senyap daripada tampil di depan publik, namun kontribusinya dirasakan oleh banyak orang.

Sosok yang Dicintai Para Sahabat

Kepergian Ust. Abi AF Abdul Halim menghadirkan kehilangan besar bagi para sahabat dan rekan seperjuangan yang selama ini mengenalnya. Hubungan persahabatan yang dibangun selama puluhan tahun membuat dirinya menjadi figur yang dicintai dan dihormati.

Banyak sahabat mengenangnya sebagai pribadi yang setia, mudah diajak berdiskusi, serta memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan pendidikan. Dalam berbagai kesempatan, ia hadir bukan untuk mencari pengakuan, melainkan untuk memastikan bahwa perjuangan dan cita-cita besar pendidikan terus berjalan.

Warisan terbesar yang ditinggalkan bukanlah jabatan maupun penghargaan, melainkan keteladanan tentang arti pengabdian. Almarhum menunjukkan bahwa hidup yang bernilai adalah hidup yang dipersembahkan untuk kemaslahatan yang lebih luas daripada kepentingan diri sendiri.

Selamat Jalan, Pejuang Pendidikan Indonesia Raya

Kepergian Ust. Abi AF Abdul Halim bin Mursidi menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun bangsa melalui pendidikan adalah amanah yang harus terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.

Keluarga besar Ma'had Al-Zaytun, Masjid Rahmatan Lil 'Alamin, para sahabat, dan seluruh pihak yang mengenalnya turut mendoakan agar Allah SWT mengampuni segala khilafnya, menerima seluruh amal ibadah dan pengabdiannya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Selamat jalan, Ust. Abi AF Abdul Halim bin Mursidi. Jejak pengabdianmu akan tetap hidup dalam perjalanan panjang mewujudkan Indonesia Raya Abadi melalui pendidikan, kemanusiaan, dan peradaban.