lognews.co.id, Jakarta - Perum Bulog memastikan rencana penyaluran beras natura bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri tidak akan mengganggu stabilitas harga maupun stok beras nasional. Bahkan, kebijakan tersebut dinilai dapat membantu pengendalian harga di pasar lebih efektif. (23/5/26)
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan saat ini pemerintah masih membahas skema penyaluran beras natura tersebut. Namun Bulog telah melakukan berbagai persiapan karena cadangan beras nasional dalam kondisi melimpah.
Menurut Rizal, stok beras Bulog saat ini mencapai sekitar 5,39 juta ton yang tersebar di gudang Bulog seluruh Indonesia. Jumlah tersebut disebut menjadi salah satu cadangan beras tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menjelaskan, jika kebutuhan beras ASN, TNI, dan Polri dipenuhi melalui skema natura, maka tekanan permintaan di pasar umum akan berkurang sehingga stabilisasi harga lebih mudah dilakukan.
“Kalau ASN, TNI, dan Polri sudah tercukupi, maka pasar umum tinggal memenuhi kebutuhan masyarakat non-ASN. Ini justru mempermudah pengendalian pasar,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat (22/5).
Rizal menambahkan, peningkatan stok beras nasional tidak lepas dari naiknya produksi pertanian dalam negeri dan dukungan berbagai program ketahanan pangan pemerintah.
Bulog juga tengah menghadapi tantangan kapasitas penyimpanan akibat melimpahnya stok beras. Saat ini kapasitas gudang milik Bulog sekitar 4 juta ton, sementara perusahaan telah menyewa tambahan gudang sekitar 2 juta ton.
Untuk mengantisipasi lonjakan stok hingga 6 juta ton, Bulog kembali menyiapkan tambahan kapasitas penyimpanan sekitar 1 juta ton lagi. Dengan demikian total kapasitas penyimpanan diproyeksikan mencapai 7 juta ton.
Selain menyewa gudang tambahan, Bulog juga berencana membangun 100 titik pergudangan baru, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat cadangan pangan sekaligus mempercepat distribusi logistik ke masyarakat.
Rencana pemberian beras natura sendiri masih terus dikaji pemerintah. Skema tersebut mengingatkan pada kebijakan lama ketika ASN menerima sebagian kebutuhan pokok dalam bentuk natura.
Bulog optimistis program itu tidak hanya menjaga ketahanan pangan nasional, tetapi juga membantu menjaga harga beras tetap stabil di tengah tingginya produksi dalam negeri. (Amri-untuk Indonesia)



