Wednesday, 20 May 2026

3 Kawasan Papua Diproyeksikan Jadi Sentra Industri Tuna Sirip Kuning

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id — Wilayah pesisir Papua dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri perikanan nasional, khususnya komoditas tuna sirip kuning atau yellowfin tuna. Sedikitnya terdapat tiga kawasan strategis di Papua yang didorong masuk prioritas pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). (19/5/26)

Anggota Komisi IV DPR RI Robert J. Kardinal menyebutkan, tiga wilayah tersebut meliputi Distrik Kepulauan Ayau di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Kepulauan Auri di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, serta kawasan perairan Kabupaten Biak Numfor dan Supiori di Papua.

Menurut Robert, kawasan tersebut memiliki nilai strategis ganda karena selain menjadi sentra produksi perikanan, juga berada di wilayah terluar yang berkaitan dengan penguatan pertahanan negara berbasis masyarakat pesisir.

“Potensi ikan di wilayah Papua sangat besar dan dapat menjadi motor kebangkitan industri perikanan kawasan timur Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip, Minggu (17/5/2026).

Ia menjelaskan, wilayah-wilayah tersebut dikenal sebagai daerah penghasil tuna berkualitas ekspor. Bahkan sejumlah pulau terluar di Papua Utara secara geografis lebih dekat dengan negara tetangga dibanding pusat pemerintahan di Papua.

Robert mencontohkan Pulau Mapia di Supiori yang hanya berjarak sekitar 68 mil dari Palau, sementara jaraknya ke Biak mencapai sekitar 180 mil. Karena itu, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dinilai penting untuk memperkuat aktivitas ekonomi sekaligus simbol kehadiran negara di kawasan terluar.

Selain tuna, kawasan pesisir Papua juga memiliki sumber daya kelautan lain seperti cakalang, kerapu, rumput laut hingga teripang. Mayoritas masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan mata pencaharian pada sektor kelautan dan perikanan.

Robert juga menyinggung kejayaan industri perikanan Papua pada era sebelumnya. Kawasan Supiori pernah menjadi salah satu sentra tuna terbesar saat perusahaan perikanan milik Jayanti Group beroperasi pada periode 1999 hingga 2003.

Selain itu, perusahaan negara PT Usaha Mina di Sorong juga pernah mengekspor tuna dan cakalang langsung ke Jepang sebelum akhirnya berhenti beroperasi setelah restrukturisasi perusahaan.

Menurutnya, fasilitas eks industri perikanan tersebut masih berpotensi dihidupkan kembali sebagai pusat pengumpulan dan ekspor hasil tangkapan nelayan Papua.

“Papua pernah memiliki industri perikanan besar. Jika dikelola serius, Papua bisa kembali menjadi kekuatan utama industri perikanan nasional,” katanya.

Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, meningkatkan produksi perikanan, sekaligus menjaga keberadaan wilayah perbatasan Indonesia melalui aktivitas ekonomi nelayan lokal. (Amri-untuk Indonesia)