lognews.co.id, Jakarta – Hari Kenaikan Isa Al Masih 2026 diperingati umat Kristiani pada Kamis, 14 Mei 2026 sebagai salah satu peristiwa penting dalam ajaran Kristen yang sarat makna spiritual tentang kemenangan, harapan, dan keselamatan. Peringatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat iman serta menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. (14/5/26)
Dalam ajaran Kristen, Kenaikan Isa Al Masih diyakini sebagai peristiwa ketika Isa Al Masih naik ke surga setelah kebangkitan-Nya. Peristiwa tersebut dipandang sebagai simbol kemuliaan Tuhan sekaligus penegasan bahwa tugas pelayanan-Nya di dunia telah selesai.
Pemerintah Indonesia menetapkan Hari Kenaikan Isa Al Masih sebagai hari libur nasional. Bahkan, Jumat 15 Mei 2026 juga ditetapkan sebagai cuti bersama sehingga masyarakat dapat menikmati libur panjang bersama keluarga.
Bagi umat Kristiani, momen ini menjadi kesempatan memperdalam kehidupan rohani melalui ibadah, doa bersama, hingga refleksi spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Secara historis, menurut kisah dalam Alkitab, Isa Al Masih menampakkan diri kepada para murid selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya sebelum akhirnya naik ke surga di Bukit Zaitun dekat Yerusalem.
Sebelum kenaikan-Nya, Isa Al Masih disebut memberikan pesan kepada para murid agar terus menyebarkan ajaran kasih dan keselamatan kepada seluruh dunia.
Peristiwa tersebut kemudian diperingati gereja-gereja Kristen sejak abad keempat dan menjadi bagian penting dalam kalender liturgi umat Kristiani di berbagai negara.
Dalam praktik perayaannya, umat Kristiani umumnya mengikuti ibadah khusus di gereja, mendengarkan khotbah dan renungan rohani, berdoa bersama keluarga, hingga melakukan kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Selain memiliki makna religius, Kenaikan Isa Al Masih juga menjadi momentum memperkuat nilai toleransi antarumat beragama di Indonesia.
Nilai kasih, pengampunan, dan perdamaian yang diajarkan Isa Al Masih dinilai relevan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui sikap saling menghormati, membantu, dan menjaga kerukunan sosial.
Di era digital, peringatan Kenaikan Isa Al Masih juga berkembang melalui siaran ibadah online serta penyebaran pesan-pesan rohani di media sosial sehingga lebih mudah diakses masyarakat luas.
Meski metode perayaannya berkembang mengikuti zaman, makna utama Kenaikan Isa Al Masih tetap menjadi pengingat penting bagi umat Kristiani untuk hidup dalam iman, kasih, dan pengharapan di tengah tantangan kehidupan modern. (Amri-untuk Indonesia)



