lognews.co.id, Bandung – Klub Persib Bandung resmi dijatuhi sanksi berat oleh Asian Football Confederation menyusul kericuhan suporter dalam laga AFC Champions League Two kontra Ratchaburi FC pada Februari 2026. Persib didenda sebesar 200 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp3,5 miliar serta hukuman dua pertandingan kandang tanpa penonton di kompetisi AFC. (14/5/26).
Keputusan tersebut dikeluarkan Komite Disiplin AFC setelah menilai terjadi sejumlah pelanggaran serius dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar ACL 2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung.
Pada pertandingan itu, Persib memang berhasil menang 1-0 atas Ratchaburi FC. Namun kemenangan tersebut tidak cukup membawa wakil Indonesia itu lolos ke babak berikutnya karena kalah agregat 1-3 setelah sebelumnya tumbang 0-3 pada leg pertama di Thailand.
Situasi memanas setelah pertandingan berakhir. Kekecewaan suporter atas kegagalan tim lolos ke perempat final memicu kericuhan di dalam stadion.
AFC mencatat sejumlah pelanggaran berupa penyalaan flare dan kembang api, pelemparan benda ke lapangan, hingga perusakan fasilitas stadion seperti kursi dan papan iklan.
Selain itu, AFC juga menyebut terdapat tindakan intimidasi verbal dan fisik terhadap perangkat pertandingan maupun tim tamu selama laga berlangsung.
Dalam keputusan resminya, AFC menyatakan Persib melanggar Pasal 64 dan 65 Kode Disiplin dan Etika AFC serta Pasal 35 Regulasi Keselamatan dan Keamanan AFC.
“Persib Bandung diperintahkan untuk membayar denda total sebesar USD200.000 yang harus dibayarkan dalam waktu 30 hari sejak keputusan ini dikomunikasikan,” tulis AFC dalam putusan resminya.
Tak hanya denda finansial, Persib juga diwajibkan memainkan dua pertandingan kandang tanpa penonton dalam kompetisi klub AFC berikutnya yang digelar di wilayah Indonesia.
Meski demikian, hukuman penutupan stadion penuh untuk laga kedua masih ditangguhkan selama masa percobaan dua tahun. AFC menegaskan apabila terjadi pelanggaran serupa selama masa percobaan, maka hukuman tersebut otomatis diberlakukan disertai sanksi tambahan lainnya.
AFC turut menyoroti kegagalan panitia pelaksana pertandingan menjaga akses lorong, tangga, pintu keluar darurat, serta jalur evakuasi stadion tetap steril selama pertandingan berlangsung.
Sanksi tersebut menambah daftar hukuman yang pernah diterima Persib dalam kompetisi Asia akibat perilaku suporter.
Persib sendiri masih memiliki peluang tampil kembali di ajang AFC musim depan apabila mampu mengakhiri kompetisi domestik musim 2025/2026 di posisi papan atas klasemen.
(Amri-untuk Indonesia)



