lognews.co.id, Jakarta – Komunitas Rusia dan sejumlah negara eks Uni Soviet di Jakarta memperingati “Perang Patriotik Raya” atau Hari Kemenangan Perang Dunia II dalam sebuah upacara khidmat di Sekolah Rusia, Jakarta Selatan, Sabtu pagi. (9/5/26).
Peringatan yang diikuti warga Rusia, Belarus, Uzbekistan, Kazakhstan hingga Serbia itu dipimpin langsung Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov. Ratusan peserta hadir sambil membawa foto anggota keluarga mereka yang gugur dalam perang melawan pasukan Nazi Jerman pada Perang Dunia II periode 1941–1945.
Kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan berlangsung penuh penghormatan terhadap para korban perang serta generasi terdahulu yang berjuang mempertahankan kemerdekaan dan perdamaian dunia.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov mengatakan peringatan tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap jasa para pendahulu yang telah mengorbankan nyawa demi generasi berikutnya.
“Karena perjuangan dan pengorbanan mereka, generasi sekarang bisa menikmati hidup tanpa bencana perang dunia,” ujar Sergei di sela acara.
Menurutnya, tradisi membawa foto keluarga yang gugur dalam perang dikenal sebagai “Resimen Abadi” atau Immortal Regiment. Tradisi tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat Rusia dan negara-negara eks Uni Soviet tidak melupakan sejarah maupun pengorbanan para leluhur mereka.
“Di setiap keluarga kami ada yang gugur dalam perang ini, baik kakek, nenek maupun saudara. Ini adalah kenangan kami dan bentuk kepedulian kami terhadap mereka,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Belarus untuk Indonesia Raman Ramanouski menegaskan peringatan Hari Kemenangan juga menjadi upaya menjaga kebenaran sejarah agar pengorbanan jutaan korban perang tidak dilupakan.
Ia mengutip pernyataan Presiden Belarus Alexander Lukashenko yang menyebut para leluhur mereka telah menyelamatkan Eropa dan dunia dari ancaman Nazisme.
“Kita tidak boleh menyerahkan kemenangan ini kepada siapa pun. Ini adalah warisan kita,” ujar Raman.
Salah seorang warga Rusia yang telah lama tinggal di Indonesia, Marina Fedortsova, turut hadir membawa foto sang kakek yang merupakan veteran perang.
Marina mengaku bangga terhadap perjuangan kakeknya yang bertugas sejak awal perang pada 1941 hingga kemenangan diraih Uni Soviet.
“Kakek saya seperti ayah saya sendiri karena beliau yang membesarkan saya. Saya sangat bangga karena beliau memulai tugas sejak awal perang dan menyelesaikannya dengan kemenangan,” ucap Marina.
Hari Kemenangan diperingati setiap 9 Mei di Rusia dan sebagian besar negara eks Uni Soviet untuk mengenang kemenangan atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. Momentum tersebut juga menjadi penghormatan terhadap sekitar 27 juta warga Soviet yang meninggal selama perang berlangsung. (Amri-untuk Indonesia)



